Warga Indonesia di Swedia rayakan Hari Bumi dengan Budaya Dayak./AFP
Warga Indonesia di Swedia rayakan Hari Bumi dengan Budaya Dayak./AFP

Masyarakat Indonesia di Swedia Peringati Hari Bumi dengan Kebudayaan Dayak

Internasional Hari Bumi swedia indonesia-swedia
Marcheilla Ariesta • 25 April 2022 09:52
Malmo: Masyarakat Indonesia di kota Malmo, Swedia Selatan merayakan Hari Bumi dengan menampilkan kebudayaan Kalimantan, khususnya Dayak. Acara ini diinisiasi organisasi nirlaba, The Swedish Indonesia Bagus Association (BAGUS).
 
Acara ini bertajuk 'Stories and Sounds from Borneo'. Kegiatan ini dilaksanakan di Studieframjandet.
 
"Masyarakat Dayak hidup di paru-paru dunia. Selama ribuan tahun, mereka hidup secara harmonis dengan hutan," kata Ketua BAGUS, Hans Hansson, dikutip dari keterangan KBRI Stockholm, Senin, 25 April 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Karena itulah BAGUS sangat antusias mempromosikan budaya Dayak, apalagi tiga perempat wilayah Kalimantan adalah milik Indonesia. Sayangnya, bangsa Swedia lebih mengenal Kalimantan sebagai milik negeri tetangga Indonesia," serunya.
 
Acara ini diawali dengan tarian Gantar yang dibawakan sembilan anak BAGUS berusia 5-13 tahun. Mereka merupakan anak-anak asli di Indonesia mengikuti orang tuanya bekerja dan bersekolah di Swedia, anak campuran Indonesia-Swedia dan juga anak-anak dari negara lain.
 
Puncak kegiatan ini adalah penampilan musik Sape oleh Laetania Belai Djandam, mahasiswi Indonesia yang menempuh pendidikan Kesehatan Masyarakat di Universitas Sheffield, Inggris.
 
Baca juga: Kepada Swedia, Indonesia Tunjukkan Kesiapan Sambut Wisatawan Asing
 
Belai memainkan lagu Lan e dan leleng yang diiringi tarian Amra Crupic. Mahasiswi 20 tahun ini mengakhiri petikan sape-nya dengan mengiringi Nisfi Roisatul Mubarokah, pelajar Indonesia di Universitas Lund menyanyikan lagu Indonesia Tanah Air Beta.
 
Belai merupakan gadis Dayak yang aktif dalam organisasi Climate Reality Indonesia. Ia bercerita mengenai kondisi hutan Kalimantan dulu dan kini, serta cara seharusnya untuk melindungi hutan tropis di sana.
 
Belai tak kuasa menahan air matanya saat menceritakan kondisi hutan dan ancaman kerusakan lingkungan masyarakat Dayak.
 
Para penonton menyatakan kekagumannya terhadap Acara Sounds 
and Stories from Borneo. "Program yang sangat bagus, musiknya 
bagus juga tari-tariannya memukau. Saya sangat menikmati," ucap warga Swedia, Simon Olsson.
 
Desna Qurratul Aini, perempuan Indonesia yang sedang mendampingi suaminya belajar di Swedia mengatakan bahwa dia 
banyak belajar dan update pengetahuannya tentang Kalimantan.
 
"Acara yang spektakuler dan menambah wawasan. Saya jadi belajar 
bagaimana mencintai Indonesia," tuturnya.
 
Duta Besar Indonesia untuk Kerajaan Denmark Dewi Wahab pun ikut ambil bagian dalam tarian tersebut. Duta besar Indonesia untuk Kerajaan Swedia, Kamapradipta Isnomo, yang berhalangan hadir menyatakan kegembiraannya atas inisiatif BAGUS yang menampilkan dan mempromosikan kebudayaan di Kalimantan.
 
"Terlebih lagi ibu kota baru akan dibangun di sana," pungkasnya.
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif