Perusahaan gas Rusia, Gazprom hentikan pengiriman gas ke Polandia dan Bulgaria. Foto: AFP
Perusahaan gas Rusia, Gazprom hentikan pengiriman gas ke Polandia dan Bulgaria. Foto: AFP

Rusia Tangguhkan Pengiriman Gas Alam ke Polandia dan Bulgaria

Internasional ukraina LNG bulgaria rusia polandia Perang Rusia-Ukraina
Marcheilla Ariesta • 27 April 2022 10:47
Warsawa: Rusia menangguhkan pengiriman gas alam ke Polandia dan Bulgaria. Penghentian pengiriman gas ini mulai berlaku pada Rabu, 27 April 2022.
 
Pemerintah kedua negara Eropa itu mengatakan, raksasa energi Rusia Gazprom akan menghentikan pasokan gas.
 
Penangguhan itu akan menjadi yang pertama sejak Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan, bulan lalu bahwa pembeli asing yang 'tidak ramah' harus membayar Gazprom milik negara dalam rubel, bukan dolar atau euro.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Eropa mengimpor sejumlah besar gas alam Rusia untuk memanaskan rumah, menghasilkan listrik, dan untuk industri bahan bakar. Impor terus berlanjut meskipun perang di Ukraina.
 
Sekitar 60 persen dari impor dibayar dalam euro, dan sisanya dalam dolar.
 
Permintaan Putin tampaknya dimaksudkan untuk membantu meningkatkan mata uang Rusia selama perang di Ukraina.
 
Para pemimpin Eropa mengatakan, mereka tidak akan mematuhi, karena persyaratan untuk membeli rubel. Lagipula, membayar Gazprom melanggar persyaratan kontrak dan sanksi mereka terhadap Rusia.
 
"Usulan Rusia untuk prosedur pembayaran dua langkah melanggar kontrak saat ini dan menanggung risiko besar bagi Bulgaria, termasuk melakukan pembayaran tanpa menerima pengiriman gas dari Rusia," kata pemerintah Bulgaria, dilansir dari The National.
 
Bulgaria mengatakan, sedang bekerja dengan perusahaan gas negara untuk menemukan sumber alternatif untuk menggantikan pasokan yang didapatnya dari Rusia melalui pipa TurkStream ke Turki.
 
Pemerintah mengatakan, tidak ada pembatasan penggunaan gas domestik yang akan diberlakukan untuk saat ini. Padahal, negara Balkan berpenduduk 6,5 juta orang itu memenuhi lebih dari 90 persen kebutuhan gasnya dengan impor Rusia.
 
Perusahaan gas negara Polandia, PGNiG, mengatakan telah diberitahu oleh Gazprom bahwa pengiriman melalui pipa Yamal-Eropa akan berhenti pada Rabu.
 
Polandia menolak untuk membayar gas alam dalam rubel. Warsawa telah menjadi pendukung kuat negara tetangganya, Ukraina selama invasi Rusia.
 
Negara ini menjadi titik transit untuk senjata yang AS dan negara-negara barat lainnya telah berikan ke Ukraina. Pemerintah Polandia juga mengonfirmasi minggu ini bahwa mereka mengirim tank ke tentara Ukraina.
 
Pada Selasa kemarin, Polandia mengumumkan daftar sanksi terhadap 50 ologarki dan perusahaan Rusia, termasuk Gazprom. Sementara itu, Kantor berita Rusia Tass mengutip Gazprom mengatakan, bahwa Polandia harus membayar pasokan gasnya di bawah prosedur baru.
 
Menteri Iklim Polandia Anna Moskwa mengatakan, Warsawa siap menghadapi situasi seperti itu setelah bekerja selama bertahun-tahun untuk mengurangi ketergantungannya pada energi Rusia.
 
"Tidak akan ada kekurangan gas di rumah-rumah Polandia," tuturnya.
 
"Strategi diversifikasi yang tepat yang telah kami perkenalkan memungkinkan kami untuk merasa aman dalam situasi ini," pungkas Moskwa.
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif