Ilustrasi virus korona covid-19. (Foto: Medcom.id)
Ilustrasi virus korona covid-19. (Foto: Medcom.id)

Ilmuwan Stanford Ciptakan Tes Antibodi Covid-19

Arpan Rahman • 12 April 2020 20:30
California: Sekelompok ilmuwan dari Universitas Stanford di Amerika Serikat mengklaim telah berhasil menciptakan sebuah tes antibodi virus korona (covid-19). Tes ini diklaim dapat memperlihatkan apakah seseorang terjangkit covid-19 atau tidak.
 
Diciptakan oleh tim Stanford Medicine, tes terbaru ini dapat mendeteksi sejumlah antibodi yang diciptakan sistem kekebalan tubuh untuk melawan SARS-Cov-2, varian baru virus korona yang menyebabkan covid-19.
 
Menurut Stanford Medicine, hasil pemeriksaan dari tes terbaru ini dapat keluar antara dua hingga tiga hari. Tim menggunakan sampel dari sejumlah pasien covid-19 dan plasma darah balita (yang tidak mengandung SARS-Cov-2) sebagai pengontrol untuk memverifikasi hasil tes.

Dr. Thomas Montine, profesor dan kepala patologi dari Fakultas Kedokteran Stanford, menjelaskan bahwa tes ini memberikan "kami lebih banyak pandangan komprehensif mengenai apa yang terjadi dalam tubuh individu yang sedang atau telah terinfeksi."
 
Montine mengakui bahwa tes covid-19 buatan Stanford ini "bukan alat sempurna," namun dapat membantu menyusun protokol untuk meringankan imbauan berdiam di dalam rumah yang telah diserukan kepada seluruh warga AS.
 
Tes ala Stanford juga diklaim dapat membantu menyelidiki metode perawatan potensial pasien covid-19: convalescent plasma therapy. Lewat terapi ini, plasma darah pasien yang telah sembuh dari covid-19 ditransfer ke individu terjangkit.
 
"Pendekatan semacam itu dapat sangat berguna dalam periode saat ini, saat kita masih belum memiliki vaksin atau metode terapi yang bersifat definitif," sebut Montine, dinukil dari Newsweek, Minggu 12 April 2020.
 
Tidak hanya di Stanford, Montine menyebut tes antibodi serupa juga dikembangkan di banyak negara, meski kualitasnya beragam. "Kami merasa tes semacam ini adalah kebutuhan medis yang mendesak, sehingga kami memutuskan untuk membuat versi kami sendiri," ucap Montine.
 
Ia mengklaim tim ilmuwan di Stanford memiliki cukup pasokan untuk menjalankan tes antibodi covid-19 selama enam bulan ke depan.
 
Berdasarkan data terbaru Universitas Johns Hopkins pada Minggu petang, total infeksi covid-19 di AS telah melampaui 530 ribu dengan 20.608 kematian dan 32.110 pasien sembuh.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(WIL)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan