Presiden AS Joe Biden berbicara mengenai penyanderaan di sebuah sinagoga di Texas dalam konferensi pers di Philadelphia, 16 Januari 2022. (SAUL LOEB / AFP)
Presiden AS Joe Biden berbicara mengenai penyanderaan di sebuah sinagoga di Texas dalam konferensi pers di Philadelphia, 16 Januari 2022. (SAUL LOEB / AFP)

Joe Biden Sebut Penyanderaan di Sinagoga Texas 'Aksi Teror'

Willy Haryono • 17 Januari 2022 07:38
Washington: Presiden Amerika Serikat Joe Biden menyebut penyanderaan empat orang di sebuah sinagoga di Texas sebagai "aksi teror." Ia mengatakan kepada awak media bahwa pelaku membawa senjata dan mungkin baru berada di AS selama beberapa pekan.
 
Biro Investigasi Federal (FBI) telah mengidentifikasi pelaku sebagai seorang warga negara Inggris bernama Malik Faisal Akram.
 
"Saya ingin menginformasikan kepada semua sinagoga dan tempat ibadah lainnya bahwa kami tidak akan pernah memberikan toleransi atas tindakan semacam ini," ungkap Biden, dikutip dari ITV, Minggu, 16 Januari 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Inggris mengonfirmasi pernyataan FBI, bahwa pelaku penyanderaan di sebuah sinagoga di Colleyville, Texas, merupakan individu berkewarganegaraan Inggris. Kepolisian Greater Manchester kemudian mengungkapkan bahwa Akram berasal dari wilayah Blackburn.
 
Baca:  FBI Identifikasi Pelaku Penyanderaan di Sinagoga Texas Sebagai Warga Inggris
 
Seperti Biden, Menlu Inggris Liz Truss juga melabeli aksi penyanderaan di Texas sebagai "aksi terorisme." Duta Besar Inggris untuk AS Karen Pierce mengatakan bahwa London terus memberikan "dukungan penuh terhadap Texas dan agensi penegak hukum AS" dalam menangani kasus penyanderaan ini.
 
Kepolisian Texas mendapat panggilan untuk merespons sebuah situasi di sebuah sinagoga di Colleyville pada Sabtu siang, sekitar pukul 11.00 waktu setempat. Akram menyandera empat orang dalam sebuah kebaktian yang disiarkan secara streaming melalui Facebook dan Zoom.
 
Dalam siaran itu, Akram terdengar meracau dengan suara yang kental dengan aksen Inggris. Otoritas AS mengatakan, Akram sempat menyerukan pembebasan Aafia Siddiqui, seorang ilmuwan perempuan asal Pakistan yang divonis 86 tahun penjara atas percobaan pembunuhan terhadap sejumlah prajurit AS di Afghanistan.
 
"Kami mengecam keras aksi terorisme dan anti-semitisme ini. Kami berada bersama AS dalam membela hak dan kebebasan warga kami dalam menentang mereka yang menyebarkan kebencian," tulis Truss di Twitter.
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif