Presiden Prancis Emmanuel Macron (kiri) bersama Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow, 7 September 2022. . (Thibault Camus / POOL / AFP)
Presiden Prancis Emmanuel Macron (kiri) bersama Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow, 7 September 2022. . (Thibault Camus / POOL / AFP)

Macron Minta Putin Tarik Pasukan Rusia dari PLTN Zaporizhzhia

Medcom • 12 September 2022 13:38
Paris: Presiden Perancis Emmanuel Macron, salah satu pemimpin Barat yang tetap berdialog dengan Presiden Vladimir Putin sejak invasi Rusia ke Ukraina, mendesak Kremlin untuk segera menarik mundur pasukan dari sekitar pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Zaporizhzhia. 
 
Rusia dan Ukraina saling menyalahkan atas serangan yang terjadi di sekitar PLTN Zaporizhzhia, pembangkit listrik bertenaga nuklir terbesar di benua Eropa. Badan Energi Atom Internasional (IAEA) sudah berulang kali mengingatkan akan adanya bencana nuklir jika serangan terus melanda PLTN Zaporizhzhia.
 
Dalam keterangan resmi dari Istana Elysee di Paris pada Minggu, 11 September, Macron memutuskan menelepon Putin dalam upaya turut mencegah terjadinya bencana nuklir di PLTN Zaporizhzhia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"(Macron) menyinggung kembali mengenai pendudukan pasukan Rusia sebagai penyebab dari risiko terhadap integritas dari PLTN Zaporizhzhia," ujar pihak Istana Elysee, seperti dikutip dalam laman Fox News pada Senin, 12 September 2022.
 
"Beliau meminta agar pasukan Rusia ditarik mundur bersama semua persenjataan berat dan ringan mereka. Beliau juga menyerukan agar rekomendasi IAEA diikuti demi memastikan keselamatan di lokasi tersebut," tambahnya.
 
Sementara itu di sisi lain, Vladimir Putin menyalahkan Ukraina sebagai pihak yang membahayakan PLTN Zaporizhzhia.
 
"Penyerangan Ukraina secara berkala melancarkan serangan ke fasilitas pembangkit listrik (Zaporizhzhia), termasuk ke area penyimpanan limbah radioaktif, di mana hal tersebut berpotensi memicu malapetaka," ujar informan dari Kremlin.
 
Pasukan Rusia mengambil alih PLTN Zaporizhzhia di fase awal invasi, walau hingga kini masih dioperasikan pegawai Ukraina. IAEA telah mengunjungi PLTN Zaporizhzhia pekan lalu, dan menyerukan agar zona keamanan didirikan di sana.
 
"Penyerangan secara fisik, baik sengaja maupun tidak disengaja, terhadap fasilitas ini benar-benar tidak dapat diterima," ujar Direktur Jenderal IAEA, Rafael Grossi.
 
IAEA mengatakan pada Minggu kemarin bahwa saluran listrik cadangan sedang digunakan untuk memulihkan PLTN Zaporizhzhia, yang mengizinkan adanya pasokan listrik eksternal untuk digunakan di dalam kompleks. Listrik dibutuhkan agar reaktor di PLTN Zaporizhzia dapat menjalani prosedur pendinginan maupun operasi lainnya.
 
Sementara itu, Energoatom, badan nuklir Ukraina, mengatakan bahwa mereka terpaksa memadamkan PLTN Zaporizhzhia pada hari Minggu kemarin sebagai tindakan pencegahan. (Gabriella Carissa Maharani Prahyta)
 
Baca:  PLTN Zaporizhzhia Dipadamkan Sepenuhnya
 
(WIL)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif