Presiden terpilih Amerika Serikat Joe Biden. (AFP)
Presiden terpilih Amerika Serikat Joe Biden. (AFP)

Biden Belum Mau Berkomentar Banyak Mengenai RCEP

Willy Haryono • 17 November 2020 10:59
Wilmington: Presiden terpilih Amerika Serikat Joe Biden mengatakan bahwa AS perlu bernegosiasi dengan semua sekutunya untuk menetapkan aturan perdagangan global demi melawan pengaruh Tiongkok. Namun Biden menolak berkomentar mengenai apakah dirinya akan bergabung dengan perjanjian dagang RCEP yang baru ditandatangani Tiongkok dan sejumlah negara besar lainnya pada Minggu, 15 November.
 
Dalam konferensi pers di Wilmington, Delaware, Biden mengaku belum dapat berbicara mengenai RCEP, atau Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional, karena dirinya belum resmi menjadi presiden AS.
 
"(Nilai) perekonomian kami berkisar 25 persen dari total perekonomian dunia," ujar Biden, dikutip dari laman Al Jazeera pada Selasa, 17 November 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami perlu bekerja sama dengan negara-negara demokrasi lainnya, sehngga nilai perekonomiannya bertambah 25 persen lagi sehingga dapat menetapkan aturan (perdagangan), ketimbang harus berada di bawah pengaruh Tiongkok," sambungnya.
 
Penandatanganan RCEP dalam rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi ke-37 ASEAN di Hanoi menciptakan perjanjian dagang terbesar di dunia. RCEP menyatukan beberapa kekuatan besar Asia, yakni Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan, untuk kali pertama dalam sejarah.
 
Baca:  15 Negara Asia Pasifik Sepakati Perdagangan Bebas
 
Disepakatinya RCEP juga menandai pukulan bagi pengaruh AS di kawasan, usai Presiden Donald Trump mundur dari Kemitraan Trans-Pasifik (TPP) pada 2017.
 
Biden mengaku mempunyai rencana dagang secara terperinci yang akan mulai diumumkan dan didiskusikan pada 21 Januari 2021, di hari pertama dirinya dilantik menjadi presiden AS.
 
Meski Jepang dan beberapa negara besar lainnya berharap Biden akan membawa AS bergabung ke RCEP, sang presiden terpilih belum banyak menyinggung mengenai perjanjian tersebut. Sejumlah orang dekat dan penasihat Biden mengatakan, tokoh Demokrat itu tidak akan langsung mencabut tarif dari barang-barang asal Tiongkok saat nanti menjadi presiden.
 
Saat ditanya mengenai mengapa tidak berkomentar mengenai RCEP saat berjanji akan bergabung lagi dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Perjanjian Iklim Paris, Biden menjawab: "Kalian bertanya mengenai apakah saya akan bergabung dengan sebuah proposal spesifik, yang detailnya saja masih dibicarakan di antara negara-negara penandatangan. Semua ini masih membutuhkan negosiasi."
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif