Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam pertemuan G7 secara virtual./AFP
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam pertemuan G7 secara virtual./AFP

Bertemu Negara G7, Menlu RI: Perang Ukraina Berdampak pada Ketahanan Pangan

Internasional g7 menlu retno lp marsudi Rusia-Ukraina G20 Perang Rusia-Ukraina
Marcheilla Ariesta • 14 Mei 2022 13:41
Washington: Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menghadiri pertemuan Menteri Luar Negeri G7 secara virtual, dalam kapasitas Indonesia sebagai Presiden G20. Kehadirannya untuk  memenuhi undangan Jerman yang memegang presidensi G7 tahun ini.
 
Ini merupakan pertemuan pertama presidensi G20 dengan G7 secara kelompok pada tingkat Menteri Luar Negeri. Sebelumnya, pendekatan dilakukan dengan masing-masing negara anggota G20, baik dari G7 maupun non-G7.
 
Pertemuan tersebut membahas dua isu penting, yaitu ketahanan pangan akibat perang di Ukraina, dan G20.
 
Terkait isu ketahanan pangan, Menlu Retno menyampaikan, perang di Ukraina berdampak pada ketahanan pangan global. Dampak ini sangat dirasakan, terutama oleh negara berkembang.
 
"Upaya harus dilakukan agar isu kelangkaan dan harga pangan yang tinggi dapat dicegah, termasuk tidak memasukkan pangan dalam sanksi," demikian dikutip dari keterangan tertulis Kementerian Luar Negeri RI, Sabtu, 14 Mei 2022.
 
Dalam kaitan ini, Indonesia juga mengingatkan mengenai pentingnya pupuk, sebagai bagian upaya menjaga ketahanan pangan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca juga: Di Hadapan AS, Jokowi Pamer Kemampuan ASEAN Jaga Stabilitas Kawasan
 
Terkait G20, negara-negara G7 memahami situasi kompleks dan sulit yang dihadapi saat ini. Semua negara juga memberikan dukungan terhadap presidensi Indonesia.
 
Pertukaran pandangan antara Menlu RI dan Menlu G7 dalam pertemuan tersebut berjalan sangat positif. Tidak ada satupun yang menginginkan G20 terpecah, dan diskusi dilaksanakan dengan spirit untuk mencari solusi terhadap situasi yang tidak mudah saat ini.
 
Menlu Retno juga menyampaikan undangan kepada para Menlu G7 untuk hadir pada pertemuan Menlu G20 di Bali pada Juli mendatang. Undangan diberikan untuk melanjutkan diskusi secara terbuka dan konstruktif.
 
Pada hari yang sama, Menlu RI juga melakukan pertemuan bilateral dengan Menlu Amerika Serikat (AS), Antony Blinken, membahas kerja sama bilateral, regional, dan berbagai isu global yang menjadi perhatian bersama.
 
Blinken menyampaikan apresiasi atas peran dan kepemimpinan Indonesia baik sebagai koordinator kemitraan ASEAN-AS, maupun kepemimpinan Indonesia di ASEAN dan beberapa isu global seperti Afghanistan.
 
Dalam kerja sama bilateral, kedua Menlu sepakat untuk meningkatkan kerja sama kesehatan, terutama dalam kerangka kesiapan menghadapi potensi pandemi di masa datang.
 
"Indonesia dan Amerika Serikat, menyambut baik peningkatan status kemitraan ASEAN-AS menjadi Kemitraan Strategis Komprehensif," sambung pernyataan tersebut.
 
Menlu AS menjelaskan mengenai inisiatif Indo-Pacific Economic Partnership (IPEF) yang akan diluncurkan dalam waktu dekat. Indonesia berharap agar IPEF dapat saling melengkapi dan di-sinergikan dengan implementasi prioritas kerjasama dalam ASEAN Oulook on the Indo-Pacific (AOIP).
 
Dalam pembahasan isu global, kedua Menlu bertukar pandangan tentang situasi di Ukraina, dan Afghanistan.
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif