Marinir AS di depan kantor Kedubes Amerika Serikat di Havana, Kuba. Foto: AFP
Marinir AS di depan kantor Kedubes Amerika Serikat di Havana, Kuba. Foto: AFP

AS Tambahkan Kuba ke Daftar Hitam Kontraterorisme

Internasional amerika serikat kuba
Arpan Rahman • 14 Mei 2020 19:03
Washington: Pemerintah Amerika Serikat, Rabu, mengatakan telah menambahkan Kuba ke dalam daftar negara-negara yang tidak bekerja sama dengan upaya kontraterorisme Amerika Serikat.
 
Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Luar Negeri AS mengumumkan telah memberi tahu Kongres Selasa tentang sertifikasi ulang Kuba berdasarkan Undang-Undang Pengendalian Ekspor Senjata karena 'tidak bekerja sama sepenuhnya' dengan upaya AS tahun lalu. Ini kali pertama Kuba ditambahkan ke daftar sejak 2015.
 
Kemenlu AS menjelaskan langkah itu sebagai tanggapan terhadap penolakan Kuba untuk mengekstradisi anggota Tentara Pembebasan Nasional yang dikenal sebagai ELN yang tinggal di Havana ke Kolombia. Kelompok itu telah mengaku bertanggung jawab atas pengeboman Januari 2019 di akademi kepolisian Bogata yang menewaskan 22 orang dan melukai lebih dari 60 lainnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ketika Amerika Serikat mempertahankan kemitraan keamanan yang berkelanjutan dengan Kolombia dan berbagi dengan Kolombia tujuan kontraterorisme yang penting untuk memerangi organisasi seperti ELN, penolakan Kuba untuk terlibat secara produktif dengan pemerintah Kolombia menunjukkan bahwa mereka tidak bekerja sama dengan pekerjaan AS untuk mendukung upaya-upaya Kolombia demi mengamankan perdamaian, keamanan, dan peluang yang adil dan langgeng bagi rakyatnya," kata pihak Kemenlu AS, disitat dari UPI, Rabu 13 Mei 2020.
 
Sepuluh pemimpin kelompok telah melakukan perjalanan ke Havana untuk melakukan pembicaraan damai dengan pemerintah pada 2017 dan sejak itu menetap di sana.
 
Kemenlu AS menambahkan bahwa Havana juga menampung beberapa buron AS yang dicari atas tuduhan kekerasan politik. Di antaranya yang telah dicari selama beberapa dekade termasuk Joanne Chesimard, juga dikenal sebagai Assata Shakur, yang dihukum karena membunuh prajurit Negara Bagian New Jersey Werner Foerster pada 1973.
 
Chesimard, anggota Black Liberation Amry, dicari oleh FBI (Biro Investigasi Federal) sejak dia melarikan diri dari New Jersey saat menjalani hukuman seumur hidup karena pembunuhan.
 
Direktur Jenderal Kementerian Luar Negeri Kuba untuk urusan AS, Carlos F. de Cossio menepis daftar tersebut dan mengklaim Kuba telah menjadi korban terorisme AS.
 
"Ada sejarah panjang aksi teroris yang dilakukan oleh pemerintah AS vs. Kuba dan keterlibatan otoritas AS dengan individu dan organisasi yang telah mengorganisir, membiayai, dan melaksanakan tindakan seperti itu dari wilayah AS," cuitnya.
 
Daftar itu muncul setelah penembakan di Kedutaan Besar Kuba di Washington. Seorang tersangka telah ditahan, tetapi Havana menolak keras pemerintah Trump atas insiden tersebut.
 
Menteri Luar Negeri Kuba, Bruno Rodriguez, mengadakan konferensi pers untuk mengecam ‘kebungkaman yang terlibat’ dari pemerintah AS atas serangan itu, menyatakan bahwa penembakan itu dapat dihindari jika AS berbagi informasi tentang masalah tersebut.
 
Pada Rabu, Rodriguez menolak dimasukkannya Kuba dalam daftar "palsu" sementara tidak mengutuk penembakan.
 
"Itu menyembunyikan sejarah terorisme negara vs Kuba sendiri & impunitas kelompok-kelompok kekerasan di AS," tweetnya.
 
Kemenlu AS juga mengatakan Iran, Korea Utara, Suriah, dan Venezuela disertifikasi ulang dalam daftar, yang melarang mereka menjual atau lisensi untuk ekspor barang dan jasa pertahanan.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif