Ukraina kembali mendapatkan bantuan Rp3,1 triliun dari Amerika Serikat. Foto: AFP
Ukraina kembali mendapatkan bantuan Rp3,1 triliun dari Amerika Serikat. Foto: AFP

AS Gelontorkan Rp1,3 T Bantu Ukraina Bersihkan Ranjau Darat Bekas Perang

Marcheilla Ariesta • 10 Agustus 2022 11:50
Washington: Amerika Serikat (AS) kembali memberikan bantuan untuk Ukraina. Kali ini, Kementerian Luar Negeri menyetujui bantuan senilai USD89 juta atau setara Rp1,3 triliun untuk membantu Ukraina memperlengkapi dan melatih 100 tim membersihkan ranjau darat dan persenjataan yang tidak meledak selama satu tahun.
 
Pendanaan tersebut merupakan program ranjau terbesar AS di Ukraina. Sumber pejabat membandingkan pendanaan tersebut dengan upaya untuk melucuti persenjataan yang tidak meledak di Vietnam, Kamboja dan Laos setelah perang Amerika tahun 1960-an dan 70-an di Asia Tenggara.
 
"Jika Anda melihat beberapa konflik di masa lalu yang tidak terlalu jauh, Perang Vietnam misalnya, kami masih membersihkan persenjataan di Asia Tenggara 50 tahun setelah perang itu berakhir. Ini mungkin setara dengan itu," kata pejabat tersebut, dilansir dari AFP, Rabu, 10 Agustus 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Program ini akan dijalankan melalui kontraktor dan organisasi non-pemerintah. Sumber menyebutkan, uang itu, yang sebagian berasal dari permintaan anggaran terkait Ukraina, tidak hanya akan mendanai pelatihan tetapi juga peralatan pendeteksi ranjau dan pemindahan tanah khusus jika diperlukan.
 
Seorang pejabat Ukraina mengatakan bantuan itu ditujukan untuk salah satu tugas terpenting. "Menurut perkiraan kami, 160.000 kilometer persegi tanah Ukraina membutuhkan ranjau, yang kira-kira seukuran gabungan Virginia, Maryland dan Connecticut," kata Andriy Yermak, ajudan utama Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.
 
"Bantuan ini akan mempercepat pemulihan Ukraina," lanjutnya.
 
Amerika Serikat adalah pendukung keuangan utama pemusnah senjata konvensional. Dari data Kemenlu AS, Negeri Paman Sam memberikan bantuan lebih dari USD4,2 miliar kepada lebih dari 100 negara dari 1993 hingga 2021.
 
Meski demikian, Washington juga menjadi pengekspor senjata terbesar dunia.
 
(FJR)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif