Dubes RI untuk Turki Lalu Muhammad Iqbal. (Medcom.id / Marcheilla Ariesta)
Dubes RI untuk Turki Lalu Muhammad Iqbal. (Medcom.id / Marcheilla Ariesta)

KBRI Ankara Temui PMI Ilegal yang Sakit di Turki

Marcheilla Ariesta • 17 Agustus 2022 08:38
Ankara: KBRI Ankara menerima informasi terkait seorang perempuan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang dieksploitasi di Turki. Perempuan tersebut diketahui bernama Vira.
 
Duta Besar Indonesia untuk Turki, Lalu Muhammad Iqbal mengatakan, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi telah memerintahkan untuk memberikan bantuan kepada PMI tersebut.
 
"Minggu ini, kita sudah berhasil melokalisir keberadaan yang bersangkutan di Alanya, bagian Timur Turki," ucap Iqbal dalam pernyataannya, Selasa, 16 Agustus 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sekarang KBRI pada tahap menyelesaikan administrasi keimigrasian karena yang bersangkutan tidak terdaftar di aplikasi Lapor Diri - Peduli WNI KBRI Ankara, sehingga tidak terdeteksi keberadaannya oleh anggota Satgas Perlindungan WNI di Alanya, dan sejak 2001 bekerja tanpa izin sah di Turki melalui agen di Indonesia," ungkapnya.
 
Iqbal mengatakan, pada saat yang bersamaan, Kemenlu RI sedang meminta pertanggungjawaban dua agen pengirim di Indonesia. Dalam informasi yang diterima KBRI Ankara, Iqbal mengatakan Vira dalam kondisi sakit.
 
"Kalau melihat riwayat, penyakitnya ini sudah lama. Kalau saja bekerjanya secara legal sesuai prosedur melalui tes kesehatan, seharusnya penyakit itu sudah ketahuan sebelum berangkat," seru dia.
 
Karena statusnya ilegal, kata Iqbal, Vira juga tidak terlindungi asuransi kesehatan di Turki.
 
Lokasi Vira diketahui berjarak enam jam perjalanan darat dari Ankara. "Jadi kemungkinan kita akan bawa ke shelter KBRI di Ankara dulu untuk memudahkan pemantauan," ucap Iqbal.
 
"Kalau hasil pemeriksaan dokter nanti yang bersangkutan memungkinkan untuk diterbangkan (fit to fly), kita akan prioritaskan untuk segera dipulangkan dan dirawat di Indonesia," sambung dia.
 
Pasalnya, lanjut Iqbal, dengan status ilegalnya saat ini, Vira sangat rentan berada di Turki.
 
Di Turki, ada sekitar 3.000 PMI yang terdaftar di aplikasi Lapor Diri - Peduli WNI. Sebagian besar bekerja sebagai Spa Therapist.
 
Setiap pekan, kata Iqbal, selalu ada kasus yang terdeteksi oleh KBRI Ankara. Angkanya meningkat dari tahun ke tahun. 
 
"Hampir semua pekerja yang bermasalah adalah mereka yang bekerja secara ilegal dan tidak melakukan lapor diri online melalui aplikasi Peduli WNI yang sudah disiapkan Kementerian Luar Negeri sejak 2017," pungkasnya.
 
Baca:  Jadi Korban Penipuan, 24 WNI Asal Bali dalam Perlindungan KBRI di Turki
 
(WIL)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif