Warga turut membantu petugas dalam mencari korban di reruntuhan bangunan di kota Ganja, Azerbaijan pada Sabtu, 17 Oktober 2020. (AFP)
Warga turut membantu petugas dalam mencari korban di reruntuhan bangunan di kota Ganja, Azerbaijan pada Sabtu, 17 Oktober 2020. (AFP)

PBB Kecam Serangan Misil di Kota Ganja Azerbaijan

Internasional konflik armenia-azerbaijan azerbaijan Armenia
Willy Haryono • 17 Oktober 2020 13:02
New York: Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengecam serangan misil di kota Ganja, Azerbaijan, yang telah menewaskan 12 orang dan melukai puluhan lainnya. Serangan ke wilayah sipil itu terjadi saat sebagian besar warga Ganja sedang tertidur pada Sabtu dini hari, 17 Oktober 2020.
 
"Pihak-pihak terkait seharusnya melindungi masyarakat sipil dan infrastruktur mereka di bawah aturan internasional," ujar pernyataan resmi dari PBB.
 
"Sekretaris Jenderal Antonio Guterres sangat khawatir terhadap aksi kekerasan yang masih berlangsung serta dampaknya terhadap masyarakat sipil," sambung PBB.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Juru bicara Guterres, Farhan Haq, mengatakan kepada PBB mengecam keras terhadap segala bentuk kekerasan terhadap warga sipil, baik yang terjadi dalam keteganga antara Armenia-Azerbaijan maupun konflik lain.
 
"Kami menekankan kembali kecaman keras kami terhadap segala bentuk serangan terhadap area sipil di seluruh dunia," ujar Haq kepada kantor berita Anadolu Agency.
 
Selain mengenai kota Ganja, misil juga menghantam kota Mingacevir di Azerbaijan. Misil mengenai area ramai di dalam dan sekitar kota Ganja, yang berlokasi 60 kilometer dari garis depan Nagorno-Karabakh.
 
Banyak warga sipil dilaporkan tertimpa reruntuhan bangunan yang hancur terkena misil di Ganja. Menurut ajudan Presiden Ilham Aliyev, Hikmet Hajiyev, sedikitnya 20 bangunan warga hancur dalam serangan misil di Ganja.
 
Salah satu misil Armenia juga jatuh di dekat sebuah sekolah di kota Ganja. Satu misil lainnya menghancurkan dan membuat sebuah apartemen rata dengan tanah.
 
Tim penyelamat terus bekerja sejak Sabtu dini hari hingga saat ini dalam mencari sisa korban. Warga setempat juga turut membantu petugas. "Warga sipil terus membantu menyisir reruntuhan bangunan," kata Hajiyev.
 
Nagorno-Karabakh diakui komunitas internasional sebagai bagian dari Azerbaijan. Namun wilayah tersebut dihuni dan dipimpin oleh etnis Armenia.
 
Pertempuran di Nagorno-Karabakh meski gencatan senjata temporer sudah disepakati Armenia dan Azerbaijan. Kesepakatan tercapai dalam sebuah pertemuan yang dimediasi Rusia di Moskow.
 
Baca:Warga Nagorno-Karabakh Belum Rasakan Dampak Gencatan Senjata
 
(WIL)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif