Identitas tentara bayaran Amerika Serikat (AS) yang ditangkap Venezuela. Foto: AFP
Identitas tentara bayaran Amerika Serikat (AS) yang ditangkap Venezuela. Foto: AFP

11 Orang Ditangkap dalam 'Invasi' ke Venezuela yang Gagal

Internasional venezuela
Arpan Rahman • 11 Mei 2020 19:05
Caracas: Pihak berwenang Venezuela menangkap sebelas tersangka ‘teroris’ pada Minggu. Mereka ditangkap sehubungan dengan ‘invasi’ maritim ke Venezuela yang gagal, sehingga total yang ditangkap menjadi lebih dari 40.
 
"Ditangkap hari ini, 10 Mei 2020, tiga tentara bayaran teroris lainnya di Colonia Tovar," (sekitar satu jam dari Caracas),” tweet Kepala Angkatan Bersenjata Venezuela, Laksamana Remigio Ceballos, dikutip dari AFP, Senin 11 Mei 2020.
 
Beberapa jam kemudian, televisi pemerintah melaporkan bahwa personel militer telah menangkap delapan ‘teroris’ tambahan di negara bagian Vargas di pesisir utara.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Penangkapan terjadi setelah tiga orang yang diduga ‘tentara bayaran’ ditangkap Sabtu, menurut Presiden Venezuela Nicolas Maduro.
 
"Kami telah dengan cermat mencari semua yang terlibat dan kami akan menangkap semuanya," Maduro mengumumkan dalam pidato televisi.
 
Upaya invasi yang gagal, yang dibandingkan Maduro dengan insiden Teluk Babi pada 1961, di mana orang-orang mendarat pada awal Mei di Macuto, kurang dari satu jam dari Caracas. Secara total, 45 orang telah ditangkap. Delapan penyerang dilaporkan tewas dalam insiden tersebut.
 
Di antara para tahanan adalah dua mantan tentara Amerika Serikat, Luke Denman, 34, dan Airan Berry, 41, yang telah dipenjara dan didakwa dengan "terorisme, konspirasi, perdagangan gelap senjata perang, dan asosiasi (kriminal)." Mereka bisa menghadapi antara 25 hingga 30 tahun penjara. Yang lain terlibat dalam kasus ini adalah warga Venezuela.
 
Pemerintah sayap kiri Maduro mengklaim rencana aksi adalah untuk menggulingkannya dari kekuasaan dan memungkinkan pemimpin oposisi Juan Guaido untuk mengambil kendali. Guaido diakui sebagai presiden sementara oleh Amerika Serikat dan 50 negara lainnya.
 
Maduro mengatakan dia yakin Presiden AS Donald Trump terlibat dalam operasi itu, dengan Guaido sebagai kaki tangannya. Trump membantah keras tuduhan itu.
 
Terlepas dari tuduhan Maduro terhadapnya, Guaido belum didakwa dengan tuduhan melakukan kejahatan.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif