Studi menyebutkan vaksin Sinovac makin memberikan antibodi digabung dengan suntikan Pfizer, AstraZeneca dan Johnson & Johnson. Foto: AFP
Studi menyebutkan vaksin Sinovac makin memberikan antibodi digabung dengan suntikan Pfizer, AstraZeneca dan Johnson & Johnson. Foto: AFP

Studi: Vaksin Sinovac Menguat dengan Suntikan Booster Pfizer, AstraZeneca dan J&J

Fajar Nugraha • 26 Januari 2022 09:11
Brasilia: Dosis booster ketiga dari vaksin covid-19 keluaran AstraZeneca, Pfizer-BioNTech atau Johnson & Johnson meningkatkan kadar antibodi secara signifikan. Khususnya pada mereka yang sebelumnya telah menerima dua dosis suntikan CoronaVac Sinovac.
 
“Studi tersebut menemukan bahwa vaksin covid-19 CoronaVac dari Sinovac menerima dorongan terkuat dari vektor virus atau suntikan RNA. Hal tersebut termasuk dalam upaya melawan varian virus covid-19 seperti Delta dan Omicron,” kata para peneliti dari Brasil dan University of Oxford, yang dikutip dari Yahoo News, Rabu 26 Januari 2022.
 
Vaksin Sinovac yang buatan Tiongkok menggunakan versi tidak aktif dari virus korona yang diisolasi dari seorang pasien di Tiongkok. Saat ini disetujui di lebih dari 50 negara termasuk Brasil, Cina, Argentina, Afrika Selatan, Oman, Malaysia, Indonesia, dan Turki.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Studi ini memberikan pilihan penting bagi pembuat kebijakan di banyak negara di mana vaksin tidak aktif telah digunakan," ucap Andrew Pollard, Direktur Oxford Vaccine Group dan pemimpin dari studi tersebut.
 
Namun, penelitian lain pada Desember menemukan bahwa suntikan dua dosis Sinovac diikuti dengan dosis booster vaksin Pfizer-BioNTech menunjukkan respon imun yang lebih rendah terhadap varian Omicron dibandingkan dengan strain lain.
 
Vaksin vektor virus seperti yang dikembangkan oleh AstraZeneca-Oxford dan J&J menggunakan versi yang dilemahkan dari virus lain untuk menyampaikan instruksi genetik untuk membuat protein dari virus yang perlindungannya dicari. Vaksin mRNA Pfizer dan BioNTech mengirimkan transkrip genetik dengan instruksi untuk membuat protein virus guna mengajari tubuh cara bertahan melawan infeksi.
 
“Dosis ketiga CoronaVac juga meningkatkan antibodi, tetapi hasilnya lebih baik ketika vaksin yang berbeda digunakan,” menurut penelitian terbaru yang melibatkan 1.240 sukarelawan dari kota Sao Paulo dan Salvador di Brasil.
 
Tingkat antibodi rendah sebelum dosis booster, dengan hanya 20,4 persen pada orang dewasa berusia 18-60 tahun dan 8,9 persen orang dewasa berusia di atas 60 tahun yang memiliki tingkat antibodi penetralisir yang dapat dideteksi.
 
“Namun antibodi ini terlihat meningkat secara signifikan di setiap vaksin booster,” menurut penelitian, yang diterbitkan dalam jurnal medis Lancet pada Jumat.
 
Vaksin booster sudah diberikan di Indonesia dimulai pada 12 Januari 2022 dengan sasaran utama para lansia. Vaksinasi booster dilakukan di kabupaten/kota yang sudah mencapai minimal 70 persen dosis 1 dan minimal 60 persen dosis 2.
 
Presiden Joko Widodo mendorong warga untuk segera disuntik vaksin demi mencegah penyebaran lebih luas varian Omicron. Jokowi juga meminta masyarakat bila tidak memiliki keperluan mendesak sebaiknya mengurangi kegiatan di pusat keramaian.
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif