Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan. Foto: AFP
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan. Foto: AFP

Luhut Bahas Pencegahan Darurat Kesehatan dengan Penasihat Keamanan AS

Internasional indonesia-as Luhut Pandjaitan indo-pasifik Jake Sullivan
Fajar Nugraha • 19 Oktober 2021 12:18
Washington: Penasihat Keamanan Nasional Jake Sullivan pada 18 Oktober 2021 waktu Amerika Serikat (AS) bertemu dengan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan. Isu keamanan dan Indo-Pasifik menjadi bahasan pertemuan.
 
“Sullivan menggarisbawahi pentingnya hubungan bilateral dengan Indonesia, keterlibatan AS di seluruh Asia Tenggara, serta upaya AS untuk mempromosikan kawasan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka dalam Pemerintahan Biden-Harris,” ujar Juru Bicara Badan Keamanan Nasional (NSC) Emily Horne, dalam keterangan tertulis, yang diterima Medcom.id, Selasa 19 Oktober 2021. 
 
Baca: Luhut: Indonesia Sangat Serius Kendalikan Perubahan Iklim.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Mereka membahas upaya-upaya mengatasi krisis iklim, situasi di Myanmar, dan isu-isu lainnya,” lanjut Horne.
 
Horne menambahkan, keduanya juga membahas kerja sama untuk mengakhiri pandemi dan memperkuat keamanan kesehatan global guna mencegah keadaan darurat kesehatan di masa depan.
 
Sullivan menegaskan bahwa pemerintah AS akan melanjutkan keterlibatan dan kerja sama tingkat tinggi dengan Indonesia dan kawasan untuk mendukung Kawasan Asia Tenggara yang makmur dan stabil.
 
Sebelumnya, Menko Luhut juga melakukan pertemuan dengan Utusan Khusus Presiden AS untuk isu Perubahan Iklim John Kerry.  Luhut mengungkapkan komitmen serius pemerintah Indonesia terkait perubahan iklim.
 
Menko Luhut juga menjelaskan dalam beberapa tahun terakhir, laju deforestasi Indonesia terus membaik. "Itu juga mereka akui," katanya.
 
Demikian pula pencegahan konversi hutan alam dan lahan gambut yang meningkat. Tidak hanya itu, Indonesia juga mencatatkan pengurangan kebakaran hutan dan lahan sebesar 82 persen di mana pada saat yang sama, sejumlah wilayah di Amerika, Australia dan Eropa, justru meningkat.
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif