Ilustrasi oleh Medcom.id.
Ilustrasi oleh Medcom.id.

35 Warga Meksiko Tewas Keracunan Alkohol

Internasional meksiko
Arpan Rahman • 14 Mei 2020 18:08
Mexico City: Sedikitnya 35 orang tewas di Meksiko setelah meminum metanol. Ini insiden terakhir dalam serangkaian keracunan massal akibat alkohol sejak negara itu melarang penjualan bir. Banyak kota sudah melarang penjualan minuman keras.
 
"Paling tidak 20 orang meninggal karena keracunan metanol di Kota Chiconcuautla di negara bagian Puebla. Kami telah menutup toko-toko tempat minuman keras yang dicurigai telah dijual, dan menyita sekitar 50 galon (200 liter) dari minuman itu," ujar pernyataan pihak berwenang setempat, seperti dikutip Guardian.
 
Di negara bagian Morelos, selatan Mexico City, inspektur menyita empat kendi lima liter (20 liter) alkohol tak berlabel yang diyakini sebagai penyebab 15 kematian keracunan di dusun Telixtac. Korban tewas adalah 14 pria dan satu wanita.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pada akhir April, 25 orang meninggal di negara bagian Jalisco setelah minum alkohol tebu merek murah yang dikenal sebagai ‘El Chorrito’.
 
Disiarkan dari Guardian, Rabu 13 Mei 2020, media setempat melaporkan tujuh orang lainnya meninggal karena keracunan metanol baru-baru ini di desa Yucatán di Acanceh, tetapi pihak berwenang tidak segera menanggapi permintaan informasi untuk mengkonfirmasi insiden itu.
 
Tidak jelas apakah keracunan tersebut terkait dengan penguncian virus korona baru. Pihak berwenang belum mengatakan apakah orang minum minuman keras yang tercemar karena minuman keras yang legal tidak tersedia atau apakah efek ekonomi dari penguncian telah memaksa orang untuk beralih ke versi oplosan yang lebih murah.
 
Produksi bir di Meksiko dihentikan lebih dari sebulan yang lalu ketika para pejabat kesehatan menyatakan menjadi kegiatan yang ‘tidak penting’.
 
Metanol adalah semacam cairan beracun dari etanol alkohol yang ada dalam cairan normal dan tidak dapat dicium atau dicicipi dalam minuman. Ini menyebabkan kerusakan organ dan otak yang tertunda, dan gejalanya meliputi nyeri dada, mual, hiperventilasi, kebutaan, dan bahkan koma.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif