Sekelompok anggota suku Yanomami di area hutan Amazon di Brasil. (Foto: LEO RAMIREZ/AFP)
Sekelompok anggota suku Yanomami di area hutan Amazon di Brasil. (Foto: LEO RAMIREZ/AFP)

Remaja Suku Amazon Meninggal usai Terjangkit Covid-19

Arpan Rahman • 12 April 2020 20:03
Boa Vista: Seorang remaja berusia 15 tahun yang berasal dari sebuah suku di hutan terpencil Amazon dinyatakan meninggal usai terjangkit virus korona (covid-19). Menurut layanan kesehatan lokal Dsei, remaja bernama Alvanei Xirixan meninggal di unit perawatan intensif (ICU) di sebuah rumah sakit di Boa Vista, ibu kota dari negara bagian Roraima.
 
Pasien meninggal, berasal dari suku Yanomami, merupakan warga pribumi ketiga di Brasil yang meninggal akibat covid-19. Namun, ia merupakan korban pertama yang berasal dari wilayah terpencil di Amazon.
 
Orang-orang yang tinggal bersama remaja tersebut di desa Rehebe telah diisolasi. Otoritas setempat juga telah mengirim peralatan tes covid-19 ke desa tersebut.

Menurut keterangan Kementerian Kesehatan Brasil, Xirixan telah dirawat di ICU sejak 3 April.
 
Dario Kopenawa, wakil presiden dari asosiasi Hutukara yang menangani urusan grup etnis Brasil, mengatakan bahwa Xirixan telah dirawat di rumah sakit sejak Maret lalu. Namun remaja tersebut diizinkan pulang selang beberapa waktu oleh tim dokter.
 
"Orang tua (Xirixan) ingin membawa jenazah anak mereka ke tanah kelahirannya," kata Kopenawa. "Namun di sisi lain, ada risiko terjadinya penularan penyakit terhadap komunitas mereka," lanjutnya, dikutip dari Sky News, Minggu 12 April 2020.
 
Covid-19 dapat berimbas buruk terhadap warga pribumi Brasil yang berjumlah sekitar 850 ribu orang. Mereka adalah kelompok rentan di Brasil yang kurang atau bahkan tidak memiliki akses untuk mendapatkan layanan kesehatan layak di tengah pandemi.
 
Lebih dari 26 ribu Yanomami hidup di hutan Brasil yang berbatasan dengan Venezuela. Empat anggota suku Kokama, yang hidup di dekat perbatasan Kolombia dan Peru, juga dinyatakan telah terinfeksi covid-19.
 
Dua kematian dari suku pribumi sebelum Xirixan adalah seorang wanita berusia 87 tahun dari negara bagian Para dan seorang pria di Manaus.
 
Menteri Kesehatan Brasil Luiz Henrique Mandetta mengatakan bahwa pihaknya berencana membangun sebuah rumah sakit lapangan yang diperuntukkan khusus bagi suku pribumi. "Kami sangat khawatir terhadap masyarakat pribumi," ungkapnya.
 
Berdasarkan data terbaru Universitas Johns Hopkins hingga Minggu petang, jumlah infeksi covid-19 di Brasil telah melampaui 20 ribu dengan 1.141 kematian.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(WIL)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan