Seorang pedemo berlutut meminta rekannya lakukan aksi damai di depan kantor PM Inggris. Foto: AFP
Seorang pedemo berlutut meminta rekannya lakukan aksi damai di depan kantor PM Inggris. Foto: AFP

Kantor PM Inggris Dilempari Botol oleh Pedemo Antirasisme

Internasional Kematian George Floyd
Fajar Nugraha • 04 Juni 2020 14:36
London: Para pengunjuk rasa antirasisme melemparkan penghalang dan botol-botol kaca di gerbang Downing Street yang juga kantor dari Perdana Menteri Inggris. Polisi anti-huru hara dikerahkan ketika bentrok kecil berlanjut hingga Rabu malam.
 
Kerumunan orang berbondong-bondong ke Hyde Park pada jam 1.00 siang pada Rabu 3 Juni sebelum berbaris menuju Parlemen sebagai protes terhadap diskriminasi di Inggris.
 
Tetapi setelah awal yang damai hari itu, pertengkaran fisik terjadi ketika ketegangan meningkat di luar kediaman Perdana Menteri di kemudian hari.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Ketika kekacauan meningkat, dua pria ditangkap di luar Downing Street karena dicurigai menyerang seorang pekerja darurat dan gangguan kekerasan,” kata Scotland Yard, seperti dikutip Evening Standard, Kamis, 4 Juni 2020.
 
Kerumunan tidak terhalang dan tepat sebelum pukul 10.00 malam beberapa pedemo menarik barisan penghalang sementara di luar Downing Street. Botol plastik dan gelas kemudian dilemparkan ke gerbang logam di luar No. 10 (kantor perdana menteri).
 
Petugas yang ditempatkan di kantor perdana menteri mencoba mengembalikan penghalang sementara ke posisi semula. Tetapi harus segera mundur kembali ke dalam ketika lebih banyak botol dilempar.
 
Para pengunjuk rasa kemudian mengambil penghalang sementara dan melemparkannya ke gerbang, dengan lebih banyak benda dilemparkan ke arah polisi.
 
Beberapa hambatan sementara juga digunakan oleh pengunjuk rasa untuk memblokir gedung parlemen Inggris atau Whitehall. Sejumlah van polisi turun ke daerah itu dengan rekaman media sosial yang memperlihatkan para petugas menggunakan tongkat untuk mencoba menangkal demonstran yang maju.
 
Sementara itu, seorang pengunjuk rasa terlihat berlutut di depan polisi anti huru hara di tengah keributan saat ia meminta rekan-rekannya untuk berdemo dengan damai.
 
Sebelumnya pada malam hari, sekelompok pengunjuk rasa naik ke ambang jendela di luar gedung Kementerian Keuangan, di mana mereka meneriakkan dan memegang plakat.
 
Kerumunan juga turun ke polisi - yang mengenakan helm dan memegang tongkat - di luar Kantor Kabinet, yang telah dipulas dengan ‘BLM’ atau Black Live Matters. Baik botol plastik dan gelas dilemparkan ke arah petugas, dengan beberapa benda menabrak bagian belakang mobil polisi.
 
Aksi ini merupakan solidaritas protes di Amerika Serikat yang menuntut keadilan bagi warga kulit hitam Georga Floyd. Pria berusia 46 tahun itu meninggal dibunuh anggota kepolisian Minneapolis pada 25 Mei lalu.
 
Selain merebak di Negeri Paman Sam, aksi tersebut juga terjadi di negara-negara lain seperti Prancis, Yunani, Kanada, Australia, Brasil serta Spanyol dan Israel.

 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif