Menteri Tenaga Kerja Prancis Elisabeth Borne. (AFP)
Menteri Tenaga Kerja Prancis Elisabeth Borne. (AFP)

Pertama dalam 30 Tahun, Perempuan akan Jadi PM Baru Prancis

Willy Haryono • 17 Mei 2022 06:37
Paris: Presiden Prancis Emmanuel Macron mengumumkan pada Senin kemarin bahwa dirinya telah memilih Menteri Tenaga Kerja Elisabeth Borne untuk menjadi perdana menteri baru. Ia akan menjadi perempuan pertama yang menjabat posisi PM Prancis dalam 30 tahun terakhir.
 
Dikutip dari The National, Selasa, 17 Mei 2022, perombakan kabinet besar-besaran di pemerintahan Macron diyakini akan terjadi, usai PM Jean Castex menyerahkan surat pengunduran dirinya kepada presiden.
 
Castex merupakan pilihan mengejutkan di tahun 2020, dan kepergiannya akan memberikan Macron kesempatan untuk membentuk ulang kabinet sebelum pemilihan umum parlemen pada Juni mendatang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Macron membutuhkan dukungan mayoritas di level legislatif untuk mendorong agenda-agenda domestik usai dirinya menang dalam pilpres. Mayoritas diperlukan karena aliansi sayap kiri dan kanan mengancam akan memblokir berbagai program Macron.
 
Spekulasi bermunculan di Prancis dalam beberapa pekan terakhir mengenai siapa pengganti Castex. Sementara Macron terindikasi menginginkan sosok perempuan berhaluan sayap kiri dengan pengalaman di bidang lingkungan hidup.
 
Kriteria semacam itu merefleksikan keinginan Macron untuk berfokus pada sektor pendidikan, kesehatan dan juga perubahan iklim di awal periode keduanya, sesuai dengan janji di masa kampanye.
 
Borne, 61, dipandang sebagai seorang teknokrat yang dapat bernegosiasi dengan sejumlah serikat. Pemilihan Borne diyakini merupakan strategi Macron yang hendak memberlakukan paket reformasi sosial baru yang rentan direspons dengan unjuk rasa.
 
Baca:  Unjuk Rasa Meletus di Paris dan Lyon usai Kemenangan Macron
 
PM perempuan pertama di Prancis, Edith Cresson, mengatakan kepada surat kabar Journal du Dimanche bahwa dunia perpolitikan di negaranya masih didominasi laki-laki. Cresson memimpin kabinet Prancis dari Mei 1991 hingga April 1992 di bawah Presiden Francois Mitterand.
 
"Dia (Borne) membutuhkan banyak keberanian," sebut Cresson.
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif