Foto udara memperlihatkan kondisi banjir di Itapetinga, Bahia, Brasil, 26 Desember 2021 (CLEWTON DIAS / G4TV DRONES / AFP)
Foto udara memperlihatkan kondisi banjir di Itapetinga, Bahia, Brasil, 26 Desember 2021 (CLEWTON DIAS / G4TV DRONES / AFP)

Gubernur Brasil Ibaratkan Bencana Banjir di Bahia dengan 'Pengeboman'

Internasional banjir brasil Bencana Banjir Hujan Deras
Medcom • 29 Desember 2021 15:34
Bahia: Sebanyak 116 kota di negara bagian Bahia, Brasil, menerapkan keadaan darurat banjir yang dipicu hujan deras sejak akhir November lalu.
 
Dilansir dari TRT World, Rabu, 29 Desember 2021, setidaknya lima negara bagian lain di utara dan tenggara Brasil juga telah dilanda banjir dalam beberapa hari terakhir.
 
Di Bahia, banjir telah berdampak pada lebih dari 470 ribu orang. Selain itu, setidaknya di 50 kota di Bahia, air meluap ke rumah-rumah, tempat usaha, dan orang-orang terpaksa harus meninggalkan harta benda mereka.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Data resmi Pemerintah Bahia mencatat, 34.163 orang kehilangan tempat tinggal dan hampir 43 ribu mengungsi. Secara keseluruhan, terdapat 21 kematian dan 358 orang luka-luka sejak awal Desember ini.
 
Dalam sebuah wawancara dengan stasiun radio lokal pada Selasa pagi, Gubernur Bahia Rui Costa membandingkan situasi di wilayanya dengan "pengeboman." Ia juga mengatakan bahwa vaksin Covid-19 yang dimiliki beberapa kota di Bahia telah hilang tersapu banjir.
 
Baca:  Brasil Banjir, 116 Kota dalam Kondisi Darurat
 
Menurut situs web Pusat Nasional untuk Pemantauan dan Kewaspadaan Bencana Alam (CEMADEN), curah huja di Bahia merupakan yang tertinggi dalam 32 tahun terakhir. Hujan turun lebih dari lima kali lipat dari jumlah normal sepanjang tahun ini di Bahia Selatan.
 
Para warga, setidaknya di empat kotamadya Bahia, telah menerima peringatan untuk meninggalkan rumah mereka pada Selasa kemarin. Imbauan tersebut dikarenakan meningkatnya ketinggian air Sungai Pardo akibat pembukaan pintu bendungan Machado Mineiro di negara bagian Minas Gerais.
 
Inspektur Pertahanan Sipil Bahia, Kolonel Miguel Filho, mengatakan bahwa masih ada kota-kota yang dilanda banjir dan terisolasi. Hujan deras juga belum menunjukkan tanda-tanda berhenti.
 
"Respons pertama kami adalah membantu, kemudian menangani penduduk di tempat perlindungan dengan memberikan bantuan kemanusiaan seperti seprei, selimut, makanan," kata Filho.
 
Pemerintah federal Brasil telah mengesahkan pengeluaran darurat sebesar Rp202,6 miliar untuk Bahia. Tambahan dana pun akan diarahkan ke daerah lain yang terkena dampak hujan deras dalam beberapa pekan terakhir.
 
Ahli iklim terkemuka, Carlos Nobre, menjelaskan bahwa intensitas hujan yang diamati di Bahia disebabkan pemanasan global.
 
"Kita harus memperkirakan bahwa fenomena semacam ini akan menjadi lebih umum. Begitulah cara planet ini merespons. Penguapan lautan lebih besar dan, dengan lebih banyak uap air di atmosfer, ada lebih banyak kondisi untuk hujan yang lebih deras, seperti yang kita lihat di Eropa dan Tiongkok beberapa bulan lalu," jelas Nobre.
 
Ia juga menyebutkan fenomena iklim lain yang semakin intens dan sering terjadi, seperti kekeringan, angin topan, serta kebakaran. (Nadia Ayu Soraya)
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif