Korban meninggal covid-19 di Italia tembus 10.000 jiwa. (Foto: AFP).
Korban meninggal covid-19 di Italia tembus 10.000 jiwa. (Foto: AFP).

Korban Meninggal Covid-19 di Italia Lewati 10 Ribu

Internasional Virus Korona italia
Marcheilla Ariesta • 29 Maret 2020 17:06
Roma: Korban meninggal akibat virus korona covid-19 di Italia telah melewati 10 ribu jiwa pada Sabtu 28 Maret 2020. Di hari yang sama, Italia mencatat tambahan 889 kematian akibat covid-19.
 
Italia merupakan negara dengan jumlah kasus covid-19 tertinggi di Eropa, yang bahkan telah melebihi Tiongkok -- negara awal virus tersebut menyebar. Angka kematian tertinggi harian di Italia tercatat pada Jumat kemarin, yakni 969.
 
"Inikah waktu yang tepat untuk membuka kembali negara ini? Saya pikir kita harus memikirkannya dengan sangat hati-hati," kata Kepala Dinas Perlindungan Sipil Angelo Borrelli, dilansir dari Channel News Asia, Minggu 29 Maret 2020. Ia merujuk pada kebijakan penutupan wilayah secara menyeluruh atau lockdown.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Berdasarkan data terbaru Universitas Johns Hopkins pada Minggu ini, jumlah individu terinfeksi covid-19 di Italia mencapai 92.472. Karena belum menunjukkan tren penurunan, Italia hampir dipastikan akan memperpanjang lockdown berskala nasional.
 
"Kita harus mempertahankan jumlah aktivitas warga sesedikit mungkin demi memastikan kelangsungan hidup semua orang," imbuh Borrelli.
 
Masyarakat Italia berharap pandemi covid-19 ini akan segera mereda, setelah angka kematian hariannya sempat melambat pada 22 Maret lalu. Namun ternyata hal itu tidak berlanjut, karena angka kematiannya kembali melonjak.
 
Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte memperingatkan semua warga untuk bersiap menghabiskan waktu lebih lama di dalam rumah. Ia juga memperingatkan para pemimpin Uni Eropa untuk tidak membuat kesalahan dalam penanganan covid-19.
 
"Saya mewakili negara yang sangat menderita (di tengah pandemi covid-19). Ini adalah suatu yang sangat berbeda dibanding krisis 2008. Kami berada pada titik kritis dalam sejarah Eropa," pungkas Conte.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif