Joe Biden tunjuk warga Amerika keturunan Palestina, Maher Bitar sebagai direktur senior di Dewan Keamanan Nasional. Foto: AFP
Joe Biden tunjuk warga Amerika keturunan Palestina, Maher Bitar sebagai direktur senior di Dewan Keamanan Nasional. Foto: AFP

Warga AS Keturunan Palestina Ditunjuk Biden di Posisi Senior Program Intelijen

Internasional amerika serikat joe biden pemerintahan as Kabinet Joe Biden
Fajar Nugraha • 26 Januari 2021 10:01
Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden telah menunjuk warga Amerika keturunan Palestina, Maher Bitar sebagai Direktur Senior untuk Program Intelijen di Dewan Keamanan Nasional (NSC). Bitar sebelumnya duduk di Komite Intelijen DPR AS.
 
Politico melaporkan, Bitar menjabat sebagai penasihat umum untuk Partai Demokrat di Komite Intelijen DPR. Dia juga memainkan peran besar dalam pemakzulan pertama mantan Presiden Donald Trump.
 
"Saya sangat senang melihatnya di jabatan barunya, meskipun kami pasti akan merindukannya di komite," kata Ketua Intelijen DPR Adam Schiff kepada Politico, Selasa 26 Januari 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saya tidak bisa memikirkan orang yang lebih cocok untuk peran itu selain Maher,” imbuhnya.
 
Lulusan hukum Georgetown University juga bekerja sebagai direktur urusan Pendudukan Israel-Palestina di Dewan Keamanan Nasional di bawah mantan Presiden Barack Obama.
 
Bitar juga menerima gelar Master of Science in Forced Migration dari Oxford University's Refugee Studies Center dengan beasiswa Marshall dan telah bekerja dengan United Nations Relief and Works Agency (UNRWA) di Yerusalem.
 
Robert Malley, yang diharapkan akan ditunjuk sebagai utusan khusus Presiden Biden untuk Iran, menulis dalam tweetnya: "Tidak ada pilihan yang lebih baik daripada Maher. Pegawai negeri yang paling profesional, berprinsip, dan berdedikasi yang mendapat kehormatan untuk bekerja sama dengan saya, seorang kolega yang luar biasa, dan seorang teman baik.”
 
Pada Agustus, Biden merilis ‘Rencana untuk Kemitraan’ yang belum pernah terjadi sebelumnya dengan komunitas Arab-Amerika. Di mana dia menyebut komunitas itu “penting untuk struktur bangsa kita".
 
Dalam pernyataan itu Biden berjanji untuk memasukkan Arab-Amerika dalam pemerintahannya dan bekerja untuk melawan "fanatisme anti-Arab".
 
Awal bulan ini, dia menunjuk seorang wanita Yordania-Amerika, Dana Shubat, sebagai penasihat urusan hukum seniornya. Dia bergabung dengan Reema Dodin, seorang warga Palestina-Amerika yang sudah lama asisten di Capitol Hill. Dodin ditunjuk sebagai wakil direktur Kantor Urusan Legislatif Gedung Putih pada akhir November.
 
(FJR)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif