Presiden AS Joe Biden. (AFP)
Presiden AS Joe Biden. (AFP)

Respons Tuduhan Khamenei, Biden: Amerika Serikat Dukung Perempuan Iran

Medcom • 04 Oktober 2022 14:18
Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden merespons Pemimpin Agung Iran Ayatollah Ali Khamenei yang menuduh AS dan Israel sebagai dalang di balik kerusuhan di tengah aksi protes mengecam kematian Mahsa Amini yang sudah berkecamuk selama tiga pekan di negaranya.
 
Mahsa Amini adalah perempuan berusia 22 tahun yang ditangkap polisi moral Iran atas dugaan melanggar aturan memakai hijab. Ia meninggal dunia setelah sempat dibawa ke ruang penahanan polisi moral.
 
Kematiannya memicu unjuk rasa masif di Iran, dan gelombang aksi solidaritas pun bermunculan di banyak negara.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Amerika Serikat berdiri bersama para perempuan Iran dan semua warga negara yang menginspirasi dunia dengan keberanian mereka," ujar Biden, seperti dikutip dari laman Hindustan Times pada Selasa, 4 Oktober 2022.
 
"Saya merasa sangat khawatir dengan laporan peningkatan kekerasan terhadap protes damai di Iran, termasuk mahasiswa dan perempuan, yang menuntut persamaan hak dan martabat dasar manusia," sambungnya.
 
Biden bertekad akan memberlakukan 'harga' setimpal kepada para pelaku kekerasan yang bertindak represif terhadap demonstran Mahsa Amini. "Kami akan terus meminta pertanggungjawaban pejabat Iran dan mendukung hak-hak warga Iran untuk berunjuk rasa secara bebas," ungkap Biden.
 
Dalam pernyataan lain, Gedung Putih mengatakan bahwa pihaknya khawatir dan terkejut atas tindakan keras otoritas Iran terhadap pengunjuk rasa yang marah atas kematian Mahsa Amini.
 
“Kami khawatir dan terkejut dengan laporan tentang pihak berwajib yang menanggapi protes damai mahasiswa dengan kekerasan dan penangkapan massal. Mahasiswa adalah anak muda berbakat yang seharusnya menjadi masa depan Iran," kata juru bicara Gedung Putih, Karine Jean-Pierre.
 
"Tindakan keras ini persis semacam perilaku yang mendorong orang-orang muda berbakat Iran untuk meninggalkan negara dalam jumlah besar untuk mencari kesempatan di tempat lain," tambahnya.
 
Sekjen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres sebelumnya mengatakan bahwa dirinya semakin khawatir tentang laporan jumlah korban tewas di Iran, termasuk wanita dan anak-anak.
 
Sebelumnya di Teheran, Ayatollah Ali Khamenei menuduh AS dan Israel sebagai dalang kerusuhan di negaranya. "Kerusuhan ini direncanakan dan dirancang oleh Amerika dan rezim Zionis," ucapnya. (Gabriella Carissa Maharani Prahyta)
 
Baca:  Semua Salah AS dan Israel! Iran Kesal Aksi Protes Mahsa Amini Tak Kunjung Usai
 
(WIL)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif