London: Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengusulkan untuk mempercepat rencana 'hidup bersama covid-19'. Ia mengatakan, mulai akhir Februari tidak lagi diwajibkan untuk mengisolasi diri dalam membendung penyebaran covid-19.
Pada Juli tahun lalu, Johnson mengakhiri hampir semua pembatasan covid-19. Ia mencabut langkah-langkah 'Rencana B' yang telah diberlakukan sementara untuk memperlambat penyebaran varian Omicron yang lebih menular.
Johnson menginginkan agar Inggris melangkah lebih jauh sebagai bagian dari hidup dengan covid-19. Dengan demikian, Inggris akan menjadi negara ekonomi besar pertama yang menggantikan persyaratan hukum bagi orang untuk isolasi mandiri.
"Adalah niat saya untuk kembali pada hari pertama setelah istirahat paruh waktu untuk mempresentasikan strategi kami untuk hidup dengan covid-19," ucap Johnson kepada anggota Parlemen.
"Jika tren menggembirakan saat ini dalam data terus berlanjut, saya berharap kami dapat mengakhiri pembatasan domestik terakhir yang tersisa, termasuk persyaratan hukum untuk mengisolasi diri jika Anda dites positif, sebulan penuh lebih awal," lanjut dia dilansir dari AFP, Kamis, 10 Februari 2022.
Baca juga: Menteri Inggris Kecam PM Johnson, Desak untuk Segera Mundur
Aturan saat ini akan berakhir pada 24 Maret. Johnson sebelumnya mengatakan, akan berusaha mengakhiri persyaratan jika dia bisa.
Inggris juga mencabut persyaratan bagi pelancong yang divaksinasi yang tiba di negara itu untuk mengikuti tes covid-19 mulai Jumat ini. Juru bicara Johnson mengatakan, pembatasan perjalanan yang tersisa juga akan dibahas pada 21 Februari mendatang.
Johnson berada di bawah tekanan kuat atas pesta minuman keras yang diadakan di kantor dan kediamannya di Downing Street. Hal itu sedang diselidiki polisi karena diduga melanggar aturan penguncian covid-19.
Beberapa anggota parlemen di Partai Konservatifnya mengkritik keras pembatasan covid-19. Menurut mereka, tindakan itu tidak perlu dan tidak akan ditoleransi tanpa batas oleh rakyat.
Selama dua tahun pandemi, Inggris mencatat hampir 160 ribu kematian akibat covid-19. Johnson mendapat kecaman karena penanganannya terhadap pandemi.
Sementara vaksin dan pengurangan keparahan Omicron sebagian besar telah memutuskan hubungan antara infeksi dan kematian, beberapa ilmuwan meningkatkan kekhawatiran atas prospek penghapusan persyaratan isolasi diri sementara kasus masih rata-rata sekitar 60.000 setiap hari dan kemungkinan varian baru yang lebih mematikan dapat muncul.
"Tidak mungkin menghentikan isolasi diri dapat digambarkan sebagai kebijakan kesehatan masyarakat yang masuk akal," ujar Aris Katzourakis, ahli virologi evolusioner di Universitas Oxford.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan