Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky ajak Presiden Rusia Vladimir Putin bertemu untuk berdialog./AFP
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky ajak Presiden Rusia Vladimir Putin bertemu untuk berdialog./AFP

Zelensky Ledek Putin: Saya Tidak Menggigit, Apa yang Anda Takutkan?

Marcheilla Ariesta • 04 Maret 2022 20:57
Kiev: Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky meminta Presiden Rusia Vladimir Putin untuk duduk dengannya membahas mengenai konflik kedua negara. Namun, ia tidak mau keduanya duduk di meja sepanjang 30 meter seperti yang dilakukan Putin dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron.
 
"Saya tidak menggigit. Apa yang Anda takutkan?" tanya Zelensky, dilansir dari Newsweek, Jumat, 4 Maret 2022.
 
"Setiap kata lebih penting daripada tembakan," tambahnya. Ia menekankan perlunya negosiasi walaupun mengakui jangan mengharapkan hasil yang baik dari pertemuan tersebut.

Komentarnya diungkapkan sepekan setelah Moskow melancarkan serangannya ke Kiev. Sudah dua kali kedua negara mengirim utusan mereka untuk pembicaraan damai di perbatasan walaupun hanya sedikit kemajuan.
 
Presiden Ukraina telah meminta para pemimpin Barat untuk memberlakukan zona larangan terbang di sebagian besar negaranya.
 
"Jika Barat melakukan ini, Ukraina akan mengalahkan agresor dengan lebih sedikit darah," ujar Zelensky.
 
"Jika Anda tidak memiliki kekuatan untuk menutup langit, maka beri saya pesawat," sambungnya.
 
Baca juga: Presiden Ukraina Desak Pemimpin Dunia Hentikan Rusia Picu Bencana Nuklir
 
Namun, anggota DPR Amerika Serikat (AS) Sara Jacobs mengatakan,  jika NATO dan Amerika Serikat menerapkan zona larangan terbang, mereka bisa ditarik ke dalam perang. Dia menambahkan, zona larangan terbang adalah sesuatu yang diberlakukan, bukan hanya diumumkan.
 
"Itu membutuhkan jet tempur kami untuk langsung melawan jet tempur Rusia, untuk membuat mereka tetap berada di luar wilayah udara tertentu," ujarnya.
 
Jika AS ingin menegakkan zona tersebut, sambung Jacobs, mungkin harus menembak jatuh jet Rusia, yang berarti Amerika Serikat menyatakan perang terhadap Moskow.
 
"Risiko dua kekuatan nuklir yang akan berperang meningkat secara dramatis dengan zona larangan terbang. Ini tidak terbayangkan, dan akan berisiko lebih banyak korban sipil daripada zona larangan terbang yang akan diselamatkan," tambah Jacobs.
 
Sementara itu, Rusia terus menyerang kota-kota Ukraina. Badan darurat negara Ukraina mengumumkan, 33 orang tewas dan 18 lainnya terluka di daerah perumahan Chernihiv.
 
Jumlah korban bisa lebih tinggi, tetapi operasi penyelamatan untuk sementara dihentikan karena penembakan yang ekstensif.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FJR)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan