Gedung kantor The New York Times./AFP
Gedung kantor The New York Times./AFP

Negosiasi Naik Gaji Alot, Jurnalis dan Karyawan The New York Times Mogok Kerja

Marcheilla Ariesta • 08 Desember 2022 18:53
New York: Ratusan jurnalis dan karyawan The New York Times mogok kerja 24 jam. Ini merupakan mogok kerja pertama yang dialami surat kabar dalam lebih dari 40 tahun terakhir.
 
Karyawan ruang redaksi dan anggota lain dari The NewsGuild of New York – serikat pekerja profesional berita di ibu kota media Amerika Serikat – mengatakan, mereka muak dengan tawar-menawar yang terus berlanjut sejak kontrak terakhir mereka berakhir pada Maret 2021.
 
Serikat pekerja mengumumkan minggu lalu bahwa lebih dari 1.100 karyawan akan melakukan penghentian kerja 24 jam mulai pukul 00:01 pada Kamis, 8 Desember 2022, kecuali kedua belah pihak mencapai kesepakatan kontrak.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Pekerja secara resmi berhenti bekerja, ini yang pertama dalam empat dekade," kata NewsGuild, dilansir dari Al Jazeera.
 
Baca juga: Momen Anak Gajah Jail Ganggu Jurnalis asal Kenya saat Melaporkan Berita
 
"Tidak pernah menjadi keputusan yang mudah untuk menolak melakukan pekerjaan yang Anda sukai, tetapi anggota kami bersedia melakukan apa yang diperlukan untuk memenangkan ruang redaksi yang lebih baik untuk semua," tegasnya.
 
Negosiasi berlangsung pada Selasa dan Rabu, namun kedua belah pihak tetap 'berjauhan' dalam berbagai maslaah, termasuk kenaikan upah dan kebijakan kerja jarak jauh.
 
Pada Rabu malam, serikat pekerja mengatakan, kesepakatan belum tercapai dan pemogokan sedang terjadi. "Kami siap bekerja selama yang dibutuhkan untuk mencapai kesepakatan yang adil. Tapi manajemen meninggalkan meja dengan sisa waktu lima jam," kata serikat pekerja.
 
"Kami tahu betapa berharganya kami," sambung mereka.
 
Juru bicara New York Times Danielle Rhoades Ha mengatakan, mereka masih dalam negosiasi ketika diberitahu bahwa pemogokan sedang terjadi.
 
"Sangat mengecewakan bahwa mereka mengambil tindakan ekstrem ketika kita tidak menemui jalan buntu," katanya.
 
Sementara itu, karyawan merencanakan aksi protes di luar kantor surat kabar dekat Times Square. Rhoades Ha mengatakan, perusahaan memiliki rencana yang kuat untuk terus memproduksi konten, termasuk mengandalkan reporter internasional dan jurnalis lain yang bukan anggota serikat pekerja.
 
Wakil Editor Pelaksana Cliff Levy menyebut pemogokan yang direncanakan itu 'membingungkan' dan 'momen meresahkan dalam negosiasi kontrak baru'. Dia mengatakan, itu akan menjadi pemogokan pertama oleh unit tawar-menawar sejak 1981 dan dilakukan meskipun perusahaan mengintensifkan upaya untuk membuat kemajuan.
 
Tetapi dalam sebuah surat yang ditandatangani oleh lebih dari 1.000 karyawan, NewsGuild mengatakan manajemen telah "menyerah" tawar-menawar selama hampir dua tahun dan "waktu hampir habis untuk mencapai kontrak yang adil" pada akhir tahun.
 
NewsGuild juga mengatakan perusahaan memberi tahu karyawan yang berencana mogok, mereka tidak akan dibayar selama masa pemogokan. Anggota juga diminta untuk bekerja lembur untuk menyelesaikan pekerjaan sebelum pemogokan, menurut serikat pekerja.
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Medcom.id
 
(FJR)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif