Tank Rusia hancur akibat serangan dari Ukraina. Foto: AFP
Tank Rusia hancur akibat serangan dari Ukraina. Foto: AFP

Diserang Ukraina, Rusia Salahkan Penggunaan Telepon oleh Pasukan

Fajar Nugraha • 04 Januari 2023 11:05
Moskow: Rusia mengatakan serangan rudal tahun baru yang menewaskan sedikitnya 89 tentaranya. Ini terjadi karena pasukan menggunakan ponsel mereka.
 
Serangan Ukraina memasuki perguruan tinggi untuk wajib militer di Makiivka, di wilayah Donetsk, tak lama setelah tengah malam pada 1 Januari.
 
“Penggunaan telepon terlarang oleh tentara memungkinkan musuh menemukan targetnya,” kata militer Rusia, seperti dikutip BBC, Rabu 4 Januari 2023.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara jumlah orang yang tewas tidak dapat diverifikasi, itu adalah korban tewas terbesar yang diakui oleh Rusia dalam perang tersebut.
 
Baca: Rusia Akui 63 Tentaranya Tewas dalam Serangan Ukraina.

 
Ukraina mengklaim angkanya jauh lebih tinggi, mengatakan 400 tentara tewas dalam serangan itu dan 300 lainnya terluka.
 
Rusia mengatakan bahwa pada pukul 00:01 waktu setempat pada Hari Tahun Baru. Sementara enam roket ditembakkan dari sistem roket Himars buatan AS di sebuah perguruan tinggi kejuruan, dua di antaranya ditembak jatuh.
 
“Wakil komandan resimen, Letnan Kolonel Bachurin, termasuk di antara mereka yang tewas,” kata militer dalam sebuah pernyataan di Telegram.
 
“Sebuah komisi sedang menyelidiki keadaan insiden itu,” kata pernyataan itu.
 
“Tetapi sudah jelas bahwa penyebab utama serangan itu adalah kehadiran dan penggunaan massal ponsel oleh pasukan dalam jangkauan senjata Ukraina, meskipun ini dilarang,” tambahnya.
 
"Faktor ini memungkinkan musuh untuk menemukan dan menentukan koordinat lokasi personel militer untuk serangan rudal,” imbuhnya.
 
Pejabat yang dinyatakan bersalah dalam penyelidikan akan dibawa ke pengadilan, tambah pernyataan itu, dan langkah-langkah diambil untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.
 
Rusia juga menaikkan jumlah tentara Rusia yang tewas dalam serangan itu menjadi 89 -,naik dari 63,- meskipun tidak ada cara untuk memverifikasi berapa banyak tentara yang tewas. Sangat jarang bagi Moskow untuk mengkonfirmasi adanya korban di medan perang.
 
Perguruan tinggi kejuruan itu penuh dengan wajib militer pada saat itu - orang-orang yang termasuk di antara 300.000 orang yang dipanggil dalam mobilisasi parsial Presiden Vladimir Putin pada September. Amunisi juga disimpan di dekat lokasi, yang menjadi puing-puing.
 
Beberapa komentator dan politisi Rusia menuduh militer tidak kompeten, dengan mengatakan pasukan seharusnya tidak diberi akomodasi yang rentan seperti itu.
 
Wakil ketua parlemen lokal Moskow, Andrei Medvedev mengatakan, dapat diprediksi bahwa para prajurit akan disalahkan daripada komandan yang membuat keputusan awal untuk menempatkan begitu banyak dari mereka di satu tempat.
 
Presiden Putin menandatangani dekrit pada Selasa untuk keluarga tentara Garda Nasional yang terbunuh dalam dinas harus dibayar 5 juta rubel atau sekitar Rp1 miliar.
 

 

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Medcom.id
 
(FJR)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif