Dalam sebuah wawancara dengan Los Angeles Times pada Jumat kemarin, Harris mengatakan bahwa, "kami tidak mengantisipasi kemunculan Delta."
"Saya rasa sebagian besar ilmuwan juga tidak mengantisipasinya, tidak menyangka akan munculnya varian Delta," ujar Harris, dilansir dari Independent, Sabtu, 18 Desember 2021.
"Kami juga tidak mengantisipasi kemunculan varian Omicron. Itulah seifat dari virus tersebut, yang ternyata terus bermutasi dan menghasilkan berbagai varian," sambungnya.
Pernyataan Harris disampaikan satu hari usai Biden memperingatkan potensi terjadinya "musim dingin penuh penyakit dan kematian" bagi mereka yang belum divaksinasi. Peringatan Biden disampaikan setelah dirinya menggelar pertemuan dengan tim respons Covid-19.
AS mencatat lebih dari 156 ribu kasus Covid-19 pada Kamis kemarin, dan 143 ribu lebih satu hari sebelumnya. Angka pasien rawat inap terkait Covid-19 di AS juga meningkat 45 persen dibanding bulan lalu, dan jumlah kasus terkonfirmasi melonjak 40 persen, dengan rata-rata 123 ribu per hari.
Dalam pidato hari kemerdekaan AS pada Juli lalu, Biden sempat berkata bahwa Covid-19 sudah "tidak lagi mengendalikan kehidupan kita."
"(Covid-19) sudah tidak lagi melumpuhkan negara kita. Dan negara ini akan memastikan hal seperti itu tidak akan pernah terjadi lagi," sambungnya.
Baca: Biden Masuk RS, Harris Jadi Presiden AS Selama 1 Jam 25 Menit
Mengenai komentar Biden tersebut, Harris membantah bahwa pemerintahan AS telah secara prematur mendeklarasikan kemenangan melawan Covid-19.
"Kita belum menang. Saya rasa tidak ada siapapun yang bisa mengklaim kemenangan di saat 800 ribu orang meninggal karena virus ini," lanjut Harris.
Sekitar 77 persen warga AS berusia 5 tahun ke atas telah divaksinasi dengan setidaknya satu dosis, sementara 65 persen lainnya telah menerima dua vaksin, menurut data Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC).
Semmentara sekitar 31 persen warga AS berusia di atas 18 tahun telah menerima suntikan ketiga atau booster.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News