Menlu Turki Mevlut Cavusoglu memukul gong dalam peresmian gedung baru KBRI Ankara di Ankara, Turki, 22 April 2022. (KBRI Ankara)
Menlu Turki Mevlut Cavusoglu memukul gong dalam peresmian gedung baru KBRI Ankara di Ankara, Turki, 22 April 2022. (KBRI Ankara)

Menlu RI dan Turki Resmikan Gedung Baru KBRI Ankara

Internasional turki indonesia-turki mikta menlu retno lp marsudi G20 KBRI Ankara
Marcheilla Ariesta • 23 April 2022 15:08
Ankara: Menteri Luar Negeri Retno Marsudi bersama Menlu Turki meresmikan gedung baru KBRI Ankara di kota Ankara, Turki pada Jumat, 22 April 2022. Gedung baru tersebut berlokasi di Jalan Soekarno (Soekarno Caddesi).
 
Selain memenuhi standar keamanan dan keselamatan, proses desain dan pembangunan gedung ini sejak awal juga mengedepankan aspek keberlanjutan dan pelayanan publik yang prima.
 
Dalam keterangan tertulis KBRI Ankara yang diterima Medcom.id, Sabtu, 23 April 2022, gedung terbaru dilengkapi panel surya, fasilitas ramah anak dan difabel, serta memiliki museum untuk lebih mengenalkan budaya dan sejarah misi diplomatik Indonesia kepada para pengunjung.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Gedung ini merefleksikan semangat serta energi baru dalam hubungan bilateral Indonesia-Turki yang terus menguat," ujar Menlu Retno.
 
Turut hadir dalam peresmian gedung baru KBRI Ankara di antaranya Menlu Cavusoglu, Wali Kota Ankara, Mansur Yava?, para pejabat tinggi pemerintah Turki dan para dubes negara-negara anggota ASEAN serta negara sahabat.
 
Sebelumnya, Menlu Retno dan Cavusoglu membahas berbagai isu bilateral dan global, seperti kerja sama ekonomi dan kesehatan, Ukraina, G20, hingga Palestina.
 
"Dengan presidensi Indonesia di G20 dan keketuaan Turki di MIKTA, kita memiliki peran strategis dalam mengatasi tantangan-tantangan yang dihadapi dunia," kata Menlu Retno.
 
Kedua negara sepakat meningkatkan kerja sama untuk pemulihan dari pandemi, baik dari sisi kesehatan maupun ekonomi. Perdagangan bilateral Indonesia-Turki di tahun 2021 mencapai USD2,01 miliar atau meningkat 51,86 persen dibanding tahun sebelumnya.
 
"Saya harap perjanjian Indonesia-Turkey Comprehensive Economic Partnership Agreement (IT-CEPA) dapat segera diselesaikan untuk semakin meningkatkan peluang kerja sama antara kedua negara," kata Menlu Retno.
 
Terkait isu Ukraina, Menlu Retno mengapresiasi peran Turki dalam mendorong perundingan perdamaian, dan menegaskan kembali pentingnya segera menghentikan perang dan mendorong cara-cara damai untuk mencapai resolusi atas konflik.
 
Perang tersebut telah mengakibatkan dampak yang signifikan tidak saja pada kemanusiaan, namun juga berdampak pada stabilitas dan ketahanan pangan dan energi dunia.  Oleh karena itu, semua negara memiliki kewajiban untuk turut berkontribusi menciptakan enabling environment sehingga perdamaian dapat segera tercipta.
 
"Perdamaian diharapkan tercapai melalui meja perundingan," ujar Retno.
 
Baca:  Turki Tegaskan Dukungan Kuat bagi Presidensi G20 Indonesia
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif