Pemandangan salah satu sudut kota Praha, Republik Ceko. (AFP)
Pemandangan salah satu sudut kota Praha, Republik Ceko. (AFP)

Republik Ceko dan Belanda Terapkan Lockdown Parsial

Internasional Virus Korona Coronavirus virus corona covid-19 Berita Virus Corona Hari Ini
Willy Haryono • 14 Oktober 2020 06:34
Praha: Republik Ceko menerapkan kebijakan penguncian wilayah (lockdown) parsial selama tiga pekan. Republik Ceko dan beberapa negara lainnya di Eropa saat ini sedang menghadapi lonjakan jumlah kasus virus korona (covid-19).
 
Lewat lockdown parsial, Republik Ceko menutup semua sekolah, bar, klub malam, dan tempat hiburan lainnya. Angka rata-rata infeksi baru di negara tersebut sempat menjadi yang tertinggi di Eropa.
 
Dikutip dari BBC pada Rabu, 14 Oktober 2020, tempat-tempat yang terkena kebijakan lockdown parsial di Republik Ceko akan ditutup hingga 3 November mendatang. Restoran juga hanya boleh melayani pesan antar hingga pukul 20.00.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Asrama di semua universitas juga ditutup sementara, dan seluruh pelajaran sekolah diubah menjadi pembelajaran jarak jauh (PJJ). Taman kanak-kanak akan tetap dibuka dengan penerapan protokol khusus.
 
Masker kini harus dipakai saat berada di dalam toko, transportasi publik, termasuk stasiun kereta api. Jumlah maksimal orang yang dibolehkan dalam sebuah perkumpulan, baik di dalam maupun luar ruangan, hanya enam.
 
Terdapat total 1.051 kematian akibat covid-19 di Republik Ceko sejak 1 Maret lalu, saat negara tersebut mengonfirmasi kasus perdananya. Angka kematian tertinggi dalam satu hari di Republik Ceko, yakni 52, tercatat pada Jumat pekan lalu.
 
Dalam laporan Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa (ECDC), jumlah kasus baru di Republik Ceko dalam 14 hari terakhir mencapai 55.538 -- lebih tinggi dari Jerman yang populasinya delapan kali lebih banyak.
 
Maret lalu, Republik Ceko menerapkan lockdown ketat dan mewajibkan penggunaan masker. Namun pada akhir Juni, berbagai aturan itu ditinggalkan, dan warga justru menggelar pesta di jembatan Charles Bridge di Praha dalam merayakan "berakhirnya" krisis korona.
 
Baca:Lockdown Covid-19 di Eropa Selamatkan Jutaan Nyawa
 
Sementara itu di Belanda, lockdown parsial juga telah diumumkan. Penggunaan masker kini menjadi sebuah kewajiban, termasuk saat berada di dalam ruangan infrastruktur publik.
 
Kanselir Jerman Angela Merkel mengaku "sangat khawatir" terhadap situasi seputar covid-19 di Eropa. "Saya menilai situasinya terus menjadi semakin serius," ucap Merkel.
 
Tingkat kedatangan pasien covid-19 juga meningkat di banyak negara Eropa, termasuk Prancis. Martin Hirsch, kepala grup rumah sakit publik di Prancis, memprediksi kapasitas unit perawatan intensif di seluruh RS di Paris dapat terisi hingga 90 persen pada akhir pekan ini.
 
Presiden Prancis Emmanuel Macron dijadwalkan mengumumkan berbagai pembatasan baru dalam menangani covid-19. Media lokal melaporkan, beberapa kota yang dianggap sebagai pusat penyebaran covid-19, termasuk Paris, dapat terkena aturan yang lebih ketat.
 
(WIL)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif