Direktur FBI Christopher Wray buka kerja sama dengan Inggris hadapi dugaan mata-mata Tiongkok. Foto: CNN
Direktur FBI Christopher Wray buka kerja sama dengan Inggris hadapi dugaan mata-mata Tiongkok. Foto: CNN

Direktur FBI-Kepala MI5 Tingkatkan Kewaspadaan Terhadap Mata-mata Tiongkok

Fajar Nugraha • 07 Juli 2022 10:04
London: Pejabat tinggi penegak hukum Amerika Serikat (AS) dan Inggris bertemu dengan para pemimpin bisnis dan akademis swasta pada Rabu untuk meminta perhatian pada apa yang mereka katakan sebagai ancaman keamanan dan ekonomi serius yang ditimbulkan oleh Tiongkok. Negeri Tirai Bambu dituduh berusaha mencuri kekayaan intelektual dan mempengaruhi politik di negara barat.
 
Direktur FBI Christopher Wray dan Direktur Jenderal MI5 Ken McCallum melakukan pertemuan itu di London untuk menyoroti kerja sama kedua badan keamanan untuk menggagalkan apa yang mereka katakan sebagai tantangan paling serius dari spionase dan peretasan oleh Pemerintah Tiongkok.
 
“Di luar pencurian teknologi, Tiongkok sekarang juga membuat langkah untuk melindungi ekonominya dari sanksi di masa depan jika mencoba mengambil alih Taiwan dengan paksa. Mereka menarik pelajaran dari upaya barat untuk menghukum Rusia atas invasinya ke Ukraina,” kata Wray, seperti dikutip dari Channel News Asia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami telah melihat Tiongkok mencari cara untuk melindungi ekonomi mereka dari kemungkinan sanksi, mencoba melindungi diri dari bahaya jika mereka melakukan sesuatu untuk menarik kemarahan masyarakat internasional," imbuh Wray.
 
"Di dunia kami, kami menyebut perilaku semacam itu sebagai petunjuk,” sebutnya.
 
Dia mengutip perkiraan terbaru dari studi Universitas Yale bahwa bisnis barat telah kehilangan USD59 miliar sebagai akibat dari perang Rusia-Ukraina.
 
"Dan jika Tiongkok menyerang Taiwan. Kita bisa melihat hal yang sama lagi, dalam skala yang jauh lebih besar,” ujar Wray.
 
McCallum meminta perhatian pada fakta bahwa acara Rabu adalah pertama kalinya para pemimpin FBI dan MI5 mengadakan acara publik bersama. Kedua lembaga memiliki hubungan dekat, dengan petugas MI5 bekerja di FBI dan agen FBI di MI5.
 
Bisnis dan universitas selama beberapa dekade mencari akses ke pasar Tiongkok yang berkembang sebagai cara untuk memperluas bisnis mereka. Tapi risikonya juga meningkat.
 
"Asumsi Barat yang meluas bahwa kemakmuran yang tumbuh di Tiongkok dan peningkatan konektivitas dengan Barat secara otomatis akan mengarah pada kebebasan politik yang lebih besar telah terbukti salah," tegas McCallum.
 
"Tetapi Partai Komunis Tiongkok tertarik dengan sistem demokrasi, media, dan hukum kami. Sayangnya, tidak untuk meniru mereka, tetapi menggunakannya untuk keuntungannya,” menurutnya.
 
Wray mengutip penyelidikan FBI baru-baru ini terhadap aktivitas intelijen Tiongkok termasuk upaya untuk menargetkan seorang kandidat kongres AS di New York karena kaitannya dengan protes Lapangan Tiananmen 1989 yang dihancurkan oleh militernya.
 
Dia menambahkan FBI juga telah menangkap orang-orang yang bekerja untuk perusahaan Tiongkok yang mencoba menggali ladang di daerah pedesaan AS untuk mencoba mendapatkan akses ke benih yang dimodifikasi secara genetik.
 
McCallum mengatakan MI-5 sekarang menjalankan investigasi tujuh kali lebih banyak daripada tahun 2018 terkait aktivitas Tiongkok di Inggris.
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif