Pangeran Christian calon penerus Monarki Denmark. Foto: AFP
Pangeran Christian calon penerus Monarki Denmark. Foto: AFP

Pangeran Denmark Dikeluarkan dari Sekolah Elite Terkait Laporan Pelecehan

Medcom • 28 Juni 2022 12:42
Kopenhagen: Pangeran Frederik dan Putri Mary dari Kerajaan Denmark pada Senin, 28 Juni 2022 mengumumkan keputusan untuk menarik putra mereka keluar dari sekolah asrama elite. Ini terjadi setelah terkuaknya pelecehan seksual dan intimidasi di institusi tersebut.
 
Frederik, 54, adalah pewaris takhta Denmark. Ia dan Mary, 50, memiliki empat anak: Prince Christian, 16; Putri Isabella, 15; serta kembar Pangeran Vincent dan Putri Josephine, 11.
 
Sejak Agustus 2021, Christian bersekolah di Herlufsholm School, sebuah sekolah asrama di Denmark, sebagaimana dibagikan keluarga kerajaan melalui Instagram.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Christian tidak lagi meniti pendidikan di Herlufsholm, karena keluarga ‘sangat terguncang’ oleh laporan pelecehan seksual dan intimidasi di sekolah tersebut. Christian tidak terkait dengan tuduhan tersebut,” dilansir pernyataan keluarga kerajaan, People.
 
Dalam pernyataan tersebut, keluarga juga membatalkan rencana untuk memasukkan Isabella ke sekolah tersebut musim gugur mendatang. Saat musim panas, mereka sekeluarga akan menentukan di mana anak-anak akan bersekolah nantinya. 
 
"Ini merupakan proses yang sulit bagi kami sebagai sebuah keluarga, tapi, berdasarkan gambaran keseluruhan dan posisi khusus kami sebagai Pasangan Putra Mahkota, kami telah memutuskan bahwa Pangeran Christian akan berhenti di Herlufsholm dan Putri Isabella tidak akan mulai di kelas 9 di sekolah tersebut setelah liburan musim panas," kata pernyataan itu, dilansir dari Insider, Selasa, 28 Juni 2022.
 
Keputusan itu diambil setelah laporan awal Badan Nasional Pendidikan dan Kualitas Denmark "mengarahkan kritik yang sangat keras dari otoritas negara terhadap Herlufsholm dan menempatkan tuntutan terhadap sekolah pada beberapa tingkatan, tidak terkecuali tingkat pimpinan."
 
Menurut The Times, sekitar 50 alumni Herlufsholm menuduh sekolah tersebut memelihara lingkungan yang sarat akan intimidasi dan perpeloncoan.
 
“Para eks siswa dalam film dokumenter bersaksi bahwa di lingkungan sekolah, murid yang lebih muda kerap diserang waktu tengah malam. Seorang alumni mengeklaim melihat seseorang melakukan pelecehan seksual terhadap siswa lain di depan sekelompok teman,” menurut The Times.
 
Keluarga Kerajaan Denmark pertama kali merilis pernyataan seputar tuduhan itu pada 17 Juni di mana mereka mengatakan, "intimidasi, kekerasan, dan penghinaan tidak pernah dapat diterima.”
 
“tapi juga menyebut kami adalah orang tua dari seorang putra yang sangat senang bersekolah di sana. Dan seorang putri, yang telah lama menantikan untuk bersekolah di tempat yang sama,” ungkap pihak kerajaan.
 
Pernyataan itu selanjutnya menyampaikan bahwa mereka membutuhkan lebih banyak informasi sebelum membuat keputusan.
 
Christian dan saudaranya sebelumnya belajar di Sekolah Internasional Lemania-Verbier di Swiss dalam program belajar di luar negeri selama 12 minggu pada tahun 2020. Namun, perjalanan itu dipersingkat lantaran timbul pandemi covid-19. (Kaylina Ivani)

 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif