Duta Besar Ukraina untuk Indonesia Vasyl Hamianin. Foto: Kedubes Ukraina.
Duta Besar Ukraina untuk Indonesia Vasyl Hamianin. Foto: Kedubes Ukraina.

Invasi Terus Berlanjut, Rusia Dituding 'Curi' Impor Biji-Bijian Ukraina

Internasional ukraina rusia Rusia-Ukraina Perang Rusia-Ukraina Duta Besar Vasyl Hamianin
Marcheilla Ariesta • 19 April 2022 12:38
Jakarta: Tak hanya menghancurkan kota, Rusia juga 'mencuri' biji-bijian dari Ukraina. Tuduhan ini dilontarkan Duta Besar Ukraina untuk Indonesia Vasyl Hamianin dalam jumpa pers secara virtual, Selasa, 19 April 2022.
 
"Mereka (Rusia) menghancurkan gudang tempat biji-bijian Ukraina disimpan. Mereka memblokir pengiriman biji-bijian dan makanan lainnya dari Ukraina ke seluruh dunia," tutur Hamianin.
 
"Saya pikir ini harus dicatat karena tidak ada alasan bagi siapapun untuk memblokir 'jalur hijau' dengan baik selain Rusia," sambung dia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurutnya, Rusia melakukan ini karena memang selalu berbuat demikian sepanjang sejarah. Ia menilai Rusia tidak mau jika Ukraina maju.
 
Hamianin menuturkan, beberapa hari terakhir Moskow gencar menyerang berbagai kota di Ukraina. "Mereka melanjutkan pengeboman di kota-kota Ukraina yang tidak memiliki hubungan dengan apa yang mereka sebut 'operasi khusus' di timur," serunya.
 
Rusia, tutur Hamianin, bahkan melakukan penyerangan ke kota budaya Ukraina, Lviv. Di sana terdapat gereja tertua yang bahkan selama Perang Dunia II tidak hancur sama sekali.
 
"Sekarang, penjajah Rusia mencoba untuk menghancurkan kota yang indah ini dengan segala kehidupannya," sambung dia.
 
Meski demikian, terangnya, tentara Ukraina membebaskan banyak wilayah di negara itu dari serangan Rusia. Ia menambahkan, arah serangan utama Rusia terkonsentrasi di timur dan sedikit di selatan Ukraina.
 
"Jadi, Rusia berenjana untuk mengepung Ukraina dan tidak ada koridor kemanusiaan yang disetujui Rusia," ujarnya.
 
Rusia melakukan 'operasi khusus' yang dianggap internasional sebagai invasi ke Ukraina sejak 24 Februari lalu. Serangan itu mendapat kecaman dari berbagai pihak terutama Amerika Serikat (AS) dan sekutu Barat Washington.
 
AS dan sekutunya terus menjatuhkan sanksi ke Moskow, tak hanya ke negara itu, tapi juga ke individu, termasuk Presiden Vladimir Putin dan keluarganya. Namun, meskipun sanksi ekonomi terus diberikan ke Rusia, Negeri Beruang Merah masih terus melakukan serangan ke Ukraina.
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif