Rusia dilaporkan serang wilayah dekat pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhia./AFP
Rusia dilaporkan serang wilayah dekat pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhia./AFP

Ukraina: Rusia Tembakkan Roket yang Tewaskan 14 Warga Sipil

Marcheilla Ariesta • 11 Agustus 2022 09:10
Kiev: Ukraina menuduh Rusia melakukan serangan roket yang menewaskan 14 warga sipil di daerah dekat pembangkit listrik tenaga nuklir. Serangan terjadi saat G7 memperingatkan kendali Rusia atas fasilitas itu 'membahayakan kawasan'.
 
Serangan semalam di wilayah Dnipropetrovsk di Ukraina tengah menewaskan 13 orang dan melukai 11 lainnya. Gubernur regional Valentin Reznichenko mengatakan, lima orang lainnya dalam kondisi serius.
 
"Itu adalah malam yang mengerikan. Kami mendesak warga berlindung saat mendengar sirene serangan udara," katanya, dilansir dari AFP, Kamis, 11 Agustus 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saya meminta dan memohon kepada Anda, jangan biarkan Rusia membunuh kalian," sambungnya.
 
Seorang perempuan dilaporkan tewas usai rudal Rusia menghantam sebuah desa di wilayah Zaporizhzhia pada Rabu pagi. Sebagian besar korban berada di kota Marganets, tepat di seberang Sungai Dnipro dari pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhia, yang terbesar di Eropa.
 
Kepala Dewan Regional Mykola Lukashuk mengatakan, serangan itu telah menghantam saluran listrik lokal, menyebabkan ribuan orang kehilangan listrik.
 
Sementara itu, Ukraina dan Rusia saling tuduh penembakan baru-baru ini di sekitar pabrik, yang memiliki enam reaktor. Ukraina mengatakan Rusia telah menempatkan ratusan tentara dan menyimpan amunisi di fasilitas itu sejak mengambil alih pada 4 Maret, tak lama setelah memulai invasi.
 
Ketegangan telah menghidupkan kembali kenangan bencana nuklir Chernobyl 1986 di Soviet Ukraina, yang menewaskan ratusan orang dan menyebarkan kontaminasi radioaktif ke sebagian besar Eropa.
 
Kelompok G7 mengutuk pendudukan Rusia dan meminta Moskow untuk segera mengembalikan kendali penuh atas pabrik tersebut. "Staf Ukraina yang mengoperasikan pabrik harus dapat bekerja tanpa ancaman atau tekanan dan kendali Rusia atas pabrik itu membahayakan kawasan," kata menteri luar negeri G7 dalam pernyataan.
 
Serangan itu terjadi sehari setelah ledakan besar di lapangan terbang Saki, pangkalan militer utama di semenanjung Krimea yang dicaplok Rusia. Moskow bersikeras bahwa ledakan itu disebabkan oleh amunisi yang meledak daripada tembakan Ukraina dan Ukraina belum mengaku bertanggung jawab.
 
Baca juga: Ledakan Besar Terjadi di Gudang Amunisi Rusia di Krimea

 
(FJR)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif