Calon Menteri Pertahanan AS Michele Fluornoy. Foto: AFP
Calon Menteri Pertahanan AS Michele Fluornoy. Foto: AFP

Calon Menhan AS Siap Tenggelamkan Kapal Perang Tiongkok

Internasional amerika serikat laut china selatan tiongkok joe biden
Fajar Nugraha • 16 November 2020 15:51
Washington: Calon Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) dinilai memiliki pandangan agresif dalam keterlibatan Tiongkok di Laut China Selatan. Michele Flournoy menyarankan Amerika harus tingkatkan pencegahan kekuatan Tiongkok di Laut China Selatan.
 
Menulis di jurnal Foreign Affairs pada tahun ini, Flournoy yang namanya masuk di bursa kabinet Joe Biden, menyarankan peningkatan kehadiran angkatan laut Amerika Serikat di perairan yang disengketakan Tiongkok dengan beberapa negara anggota ASEAN.
 
Dia mengatakan bahwa Washington kehilangan kemampuan untuk melawan agresi militer Beijing di perairan yang diperebutkan. “Sebagai hasil dari "keyakinan kuat yang dipegang Beijing tentang Amerika Serikat sebagai kekuatan yang menurun,” tulis Flournoy, yang dikutip Express, Senin 16 November 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Amerika harus meningkatkan pencegahan di wilayah tersebut untuk melawan ‘kesalahan perhitungan’ kelemahan,” sebutnya.
 
"Misalnya, jika militer AS memiliki kemampuan untuk secara kredibel mengancam untuk menenggelamkan semua kapal militer, kapal selam, dan kapal dagang Tiongkok di Laut China Selatan dalam waktu 72 jam, para pemimpin Tiongkok mungkin berpikir dua kali sebelum, katakanlah, meluncurkan sebuah blokade atau invasi Taiwan,” tegasnya.
 
Menurut calon Menhan perempuan pertama AS itu, Tiongkok harus bertanya-tanya apakah layak mempertaruhkan seluruh armada mereka. Dia juga baru-baru ini menegaskan kembali sikap antiTiongkok dan keinginannya untuk pertahanan Amerika yang lebih kuat di Indo-Pasifik.
 
Dalam sebuah wawancara dengan Defense News, Flournoy berkata: “Kita harus memiliki keunggulan yang cukup, yang pertama dan terpenting kita dapat mencegah Tiongkok menyerang atau membahayakan kepentingan vital kita dan sekutu kita. Itu berarti tekad.”
 
Namun mantan wakil menteri itu juga menginginkan perubahan dari pandangan ‘rabun’ pemerintahan Trump tentang Tiongkok. Dia menyatakan keinginan untuk beberapa kerja sama antara Beijing dan Washington.
 
Dia menambahkan: “Ada serangkaian ancaman, apakah itu mencegah pandemi berikutnya, atau menangani perubahan iklim, atau berurusan dengan proliferasi nuklir Korea Utara di mana, suka atau tidak, kita harus berurusan dengan Tiongkok sebagai mitra atau kita tidak bisa menyelesaikan masalah. "
 
Para pengamat mengkhawatirkan keinginan Flournoy untuk menambah kehadiran besar Angkatan Laut AS di Laut China Selatan. Banyak yang menilai Tiongkok siap untuk membalas jika AS secara besar-besaran meningkatkan pencegahan maritim.
 
Wu Xinbo, Direktur Pusat Studi Amerika Universitas Fudan berkata kepada South China Morning Post: "Ancaman seperti itu hampir tidak dapat bekerja, karena Tentara Tiongkok telah dan selalu memperhitungkan campur tangan Amerika secara langsung ketika merencanakan operasi militer di Taiwan."
 
Collin Koh, seorang peneliti dari S. Rajaratnam School of International Studies di Nanyang Technological University Singapura, juga mencatat Flournoy dan sikap pemerintahan baru Biden terhadap Tiongkok.
 
"Terlepas dari siapa yang ada di Gedung Putih, kemampuan untuk mempertahankan pencegahan yang kredibel dan jika perlu, mengalahkan agresi (Tentara Tiongkok) terhadap Taiwan sesuai dengan Undang-Undang Hubungan Taiwan, akan dipandang sebagai pemberian,” pungkas Koh.
 
(FJR)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif