Sekelompok pendukung Trump di area Capitol, Washington DC, membuat tiang gantung yang biasa dipakai dalam eksekusi mati. (Andrew Caballero-Reynolds/AFP/Getty)
Sekelompok pendukung Trump di area Capitol, Washington DC, membuat tiang gantung yang biasa dipakai dalam eksekusi mati. (Andrew Caballero-Reynolds/AFP/Getty)

Massa pro-Trump Ancam Gantung Mike Pence di Capitol

Internasional amerika serikat joe biden donald trump Pilpres AS 2020 Mike Pence Pendukung Trump Rusuh
Willy Haryono • 11 Januari 2021 12:05
Washington: Massa pendukung Presiden AS Donald Trump mengancam akan menggantung Wakil Presiden Mike Pence di area Gedung Capitol. Mereka menilai Pence sebagai seorang pengkhianat yang tidak mampu menghentikan pengesahan kemenangan presiden terpilih Joe Biden.
 
Sebelumnya, Trump berulang kali meyakini Pence memiliki wewenang untuk menghentikan sertifikasi Biden. Namun Pence mengatakan kepada Trump bahwa dirinya tidak memiliki wewenang semacam itu.
 
Seruan menggantung Pence sudah terdengar sejak penyerbuan massa pro-Trump ke Gedung Capitol pada Rabu kemarin. Jim Bourge, seorang jurnalis dari kantor berita Reuters di Washington, mengaku mendengar setidaknya tiga orang yang berharap dapat menemui Pence dan menggantungnya di sebuah pohon di area Capitol.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ada banyak juga yang berbicara mengenai apakah Pence sebaiknya dieksekusi atau tidak," tutur Bourg, dilansir dari laman Guardian pada Minggu, 10 Januari 2021.
 
Sekelompok pendukung Trump di area Gedung Capitol berniat melaksanakan ancamannya itu dengan membuat tiang gantungan yang biasa dipakai dalam eksekusi mati.
 
Lima orang tewas dalam penyerbuan ke Gedung Capitol, termasuk satu di antaranya seorang polisi. Dua hari usai kerusuhan, Twitter membekukan akun Trump selama 12 jam atas perannya dalam kerusuhan di Capitol.
 
Satu hari setelahnya, akun Twitter Trump ditutup permanen. Twitter mengatakan perlu menutup permanen akun Trump atas potensi adanya "hasutan aksi kekerasan lebih lanjut."
 
Pence berada di Gedung Capitol saat kerusuhan terjadi. Saat itu, ia sedang memimpin jalannya proses pengesahan kemenangan Biden. Setelah kerusuhan, proses pengesahan dilanjutkan dan kemenangan Biden pun berstatus resmi.
 
Para pendukung Trump memandang pengesahan Biden sebagai bentuk pengkhianatan oleh Pence.
 
Sosok Wapres AS mendapat banyak tekanan dalam beberapa pekan terakhir. Selain ancaman dari massa Trump, Pence juga mendapat tekanan berupa ultimatum dari Ketua Dewan Perwakilan Rakyat AS Nancy Pelosi.
 
Dalam suratnya, Pelosi meminta Pence untuk segera menggunakan Amandemen ke-25 untuk melengserkan Trump. Amandemen ke-25 adalah sebuah mekanisme untuk menyingkirkan seorang presiden di AS yang dinilai sudah tidak mampu lagi bertugas.
 
Baca:  Pelosi Ultimatum Pence Gunakan Amandemen ke-25 terhadap Trump
 
(WIL)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif