PM Inggris Boris Johnson. (Paul Grover/AFP/Getty)
PM Inggris Boris Johnson. (Paul Grover/AFP/Getty)

Inggris Terapkan Lockdown Baru, Berlaku Hingga Februari

Internasional Virus Korona inggris boris johnson covid-19 pandemi covid-19
Willy Haryono • 05 Januari 2021 06:49
London: Semua orang di Inggris harus tetap berada di dalam rumah kecuali atas alasan-alasan khusus di tengah pemberlakuan penguncian (lockdown) terbaru. Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengatakan, lockdown terbaru berlaku hingga pertengahan Februari mendatang.
 
Semua sekolah dan universitas akan ditutup untuk sebagian besar siswa mulai Selasa ini, 5 Januari 2021. Kegiatan belajar mengajar tetap dilakukan secara daring.
 
PM Johnson mengingatkan bahwa beberapa pekan ke depan akan menjadi situasi "tersulit" di tengah lonjakan kasus baru covid-19 dan jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Semua pembatasan terbaru di Inggris akan berlaku hingga setidaknya pertengahan Februari karena varian baru (covid-19) yang lebih menular telah menyebar ke seantero negeri," kata PM Johnson, dikutip dari laman BBC.
 
Baca:  Penyebaran Varian Baru Covid-19 di Inggris 'Tak Terkendali'
 
Selama lockdown, program vaksinasi akan terus digenjot. Empat grup prioritas akan ditawari dosis pertama vaksin covid-19 secara berkala hingga pertengahan bulan depan.
 
Semua penghuni panti jompo beserta jajaran stafnya, warga berusia 70 tahun ke atas, tenaga kesehatan dan sosial, dan individu yang rentan secara klinis akan diprioritaskan mendapat vaksin di Inggris.
 
Seperti Inggris, Skotlandia juga telah mengeluarkan perintah diam di rumah atau stay-at-home. Skotlandia juga mengikuti Wales dalam menutup sekolah untuk sebagian besar siswa.
 
Irlandia Utara juga melakukan hal serupa, dan semua pembelajaran akan dilakukan secara daring.
 
"Inggris sedang memasuki fase terakhir dari perjuangan (melawan covid-19)," tutur PM Johnson.
 
"Banyak rumah sakit semakin tertekan oleh covid-19. Oleh karenanya, warga diminta untuk tetap berada di rumah, lindungi NHS, dan selamatkan nyawa," pungkasnya, merujuk pada akronim dari Layanan Kesehatan Nasional Inggris.
 
Selama tujuh hari berturut-turut hingga Senin kemarin, Inggris mencatat lebih dari 50 ribu kasus baru covid-19. Inggris juga mencatat tambahan 58.784 infeksi dan 407 kematian akibat covid-19 dalam 28 hari terakhir.
 
(WIL)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif