Ratusan orang mengikuti demo anti-LGBT di Istanbul, Turki, 18 September 2022. (Yasin AKGUL / AFP)
Ratusan orang mengikuti demo anti-LGBT di Istanbul, Turki, 18 September 2022. (Yasin AKGUL / AFP)

Ratusan Orang Ikuti Demo Anti-LGBT di Istanbul Turki

Medcom • 19 September 2022 14:48
Istanbul: Ratusan orang menghadiri demo anti-LGBTQ di Istanbul pada Minggu, 18 September. Mereka melakukan hal ini untuk menjawab seruan terkait gerakan menentang LGBT dari puluhan asosiasi konservatif di Turki.
 
"Lindungi keluarga dan generasi anda," tulis salah satu spanduk dalam aksi demo, seperti dikutip dari laman Yahoo News, pada Senin, 15 September 2022.
 
Sebagian peserta demo mendesak larangan kegiatan terhadap sejumlah asosiasi yang selama ini mendukung hak-hak orang gay dan transgender di Turki. Sebagian lainnya menyerukan dukungan kepada asosiasi yang dinilai dekat dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam aksi demo itu, para pengunjuk rasa terlihat membawa spanduk bertuliskan, "Katakan tidak pada masyarakat tanpa gender" dan "Ayah + ibu + bayi = keluarga."
 
Demonstran berkumpul di kawasan Fatih yang dikenal sebagai salah satu kawasan konservatif di Turki. Aksi demo telah mendapatkan persetujuan dari dewan penyiaran Turki, yang menilai gerakan mereka merupakan bagian dari menegakkan kepentingan umum.
 
Sikap dewan penyiaran Turki mengundang badai protes dari kelompok-kelompok hak asasi manusia. Mereka yang menentang memilih melayangkan protes via internet. 
 
"Katakan tidak untuk pawai kebencian," ujar para pendukung LGBTQ melalui media sosial.
 
Walau homoseksualitas dianggap bukan elemen kriminal di Turki sejak 1858, hal itu tetap mengundang rasa tidak suka di tengah sebagian besar masyarakat negara tersebut. Partai Keadilan dan Pembangunan yang dipimpin Erdogan juga tidak menyukai hal tersebut.
 
Seorang menteri bahkan menyebut gay sebagai individu gila. 
 
Tahun lalu, Pemerintah Turki membatalkan Perjanjian Istanbul yang melindungi hak-hak perempuan, dan mengatakan bahwa hal itu dapat mendorong homoseksualitas dan mengancam struktur keluarga tradisional.
 
Tidak hanya itu, setelah Istanbul menjadi tuan rumah bagi lebih dari 100 ribu pendukung pawai Gay Pride pada 2014, pemerintah telah membatasi pertemuan serupa dengan alasan keamanan.
 
Mereka yang berusaha ikut serta dalam Gay Pride menghadapi berbagai hambatan, termasuk penangkapan oleh aparat. Bahkan, gerakan Gay Pride di Turki pada Juni lalu berujung pada penangkapan lebih dari 200 orang. (Gabriella Carissa Maharani Prahyta)
 
Baca:  Polisi Bubarkan Pawai Homoseksual di Istanbul, Sekitar 200 Orang Ditangkap

 
(WIL)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif