Pertemuan virtual Dubes Inggris, Owen Jenkins dengan pengurus NU dan Muhammadiyah. Foto: Dok. Kedubes Inggris.
Pertemuan virtual Dubes Inggris, Owen Jenkins dengan pengurus NU dan Muhammadiyah. Foto: Dok. Kedubes Inggris.

Dubes Inggris Ajak NU dan Muhammadiyah Gabung Pertemuan Pemimpin Agama COP26

Internasional inggris indonesia-inggris nahdlatul ulama muhammadiyah
Marcheilla Ariesta • 08 Januari 2021 22:10
Jakarta: Kedutaan Besar Inggris di Jakarta mengadakan silaturahmi secara terpisah dengan Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah pekan ini. Dalam silaturahmi tersebut, didiskusi mengenai kerja sama menuju KTT Perubahan Iklim COP26 yang diselenggarakan di Inggris dan Italia.
 
Duta Besar Inggris untuk Indonesia Owen Jenkins mendorong kedua organisasi tersebut untuk menerima undangan dari Paus Fransiskus untuk bergabung dalam pertemuan puncak para pemimpin agama dunia pada 4 Oktober mendatang.
 
"Dua pertemuan di minggu yang sama - dengan Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah - sangat penting bagi saya. Peran kedua organisasi ini akan berdampak sangat signifikan jika mereka dengan sepenuh hati menyuarakan dukungan dalam perang melawan perubahan iklim," kata Dubes Jenkins dalam pernyataannya, Jumat, 8 Januari 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Semua agama besar di dunia mencatat kewajiban moral umat manusia untuk melindungi ciptaan Tuhan - keindahan alam yang yang sangat kita nikmati, dan juga kita manfaatkan. Mengatasi perubahan iklim membutuhkan upaya global seluruh masyarakat - dan organisasi keagamaan memiliki peran yang sangat penting dalam isu ini," imbuh dia.
 
"Saya ingin sekali melihat NU dan Muhammadiyah berpartisipasi dalam KTT ini di Roma pada 4 Oktober dan pada COP26 pada 1-12 November di Glasgow. Saya sangat senang karena kedua organisasi tersebut telah menyatakan antusiasme mereka," sambung Dubes Jenkins.
 
Ia menambahkan kedua organisasi agama tersebut sudah memiliki berbagai kegiatan yang sangat bagus untuk membantu pelestarian lingkungan.
 
"Saya akan senang jika mereka terlibat dan berdiskusi dengan para anggotanya tentang langkah ke depan menuju kontribusi 'Nol Bersih' untuk Perubahan Iklim, dan mendorong lebih banyak orang Indonesia untuk mengambil tindakan dalam melindungi planet kita," serunya.
 
Acara para pemuka agama tersebut diselenggarakan oleh Vatikan. Paus Fransiskus mengatakan bahwa agama dapat menjadi penyebar harapan mengenai perubahan iklim.
 
"Mari kita bersaksi kepada komunitas agama serta masyarakat kita, di mana hidup: Persatuan, solidaritas dan persaudaraan untuk memperbaiki 'rumah bersama' kita. Karena kita semua adalah sebuah keluarga besar," pungkas Paus Fransiskus.
 
(FJR)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif