Presiden AS Donald Trump tolak mengecam Rusia dan Iran terkait Pilpres AS. Foto: The New York Times
Presiden AS Donald Trump tolak mengecam Rusia dan Iran terkait Pilpres AS. Foto: The New York Times

Trump Tolak Kecam Rusia dan Iran yang Dituduh Ikut Campur Pilpres AS

Internasional joe biden donald trump Pilpres AS 2020 Debat Presiden Amerika
Fajar Nugraha • 23 Oktober 2020 10:52
Nashville: Debat Presiden Amerika Serikat (AS) terakhir kembali memperlihatkan adu argumen sengit antara Donald Trump dan Joe Biden. Keterlibatan Rusia dan Iran dalam Pemilu Presiden AS jadi perhatian.
 
Hal ini muncul setelah adanya laporan dari kalangan intelijen AS yang menyebutkan bahwa tidak hanya Rusia tetapi juga Iran mencampuri Pilpres AS tahun ini.
 
Ketika ditanya oleh moderator Kristen Welker, Presiden Trump menolak untuk mengutuk Rusia dan Iran karena ikut campur dalam pemilihan presiden.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tidak ada orang yang lebih tangguh menghadapi Rusia selain Donald Trump," kata Trump, merujuk pada dirinya sebagai orang ketiga sebagai tanggapan atas pertanyaan dari Kristen Welker, seperti dikutip The New York Times, Jumat 23 Oktober 2020.
 
Pernyataannya muncul setelah tanggapan Biden atas pertanyaan serupa tentang campur tangan pemilu, di mana ia mengkritik Trump karena menolak mengecam Presiden Vladimir Putin dari Rusia.
 
“Saya tidak mengerti mengapa presiden ini tidak mau melawan Putin ketika dia benar-benar membayar pembunuh bayaran untuk membunuh tentara Amerika di Afghanistan. Tepat ketika dia terlibat dalam kegiatan yang mencoba mengguncang semua NATO,” kata Biden.
 
Sangat kontras dengan Trump, Biden kemudian berjanji untuk memastikan bahwa negara mana pun yang mencoba mempengaruhi pemilihan Amerika akan "membayar mahal jika terpilih (sebagai Presiden AS).”
 
“Negara mana pun yang mengganggu kami sebenarnya akan membayar harga karena mereka mempengaruhi kedaulatan kami,” tegas Biden.
 
Biden juga secara singkat menyerang Rudolph W. Giuliani, pengacara pribadi Trump dan mantan Wali Kota New York, menuduhnya "digunakan sebagai pion Rusia”.
 
Tampaknya hal itu menyinggung laporan baru-baru ini bahwa Gedung Putih diperingatkan tahun lalu bahwa Petugas intelijen Rusia menggunakan Giuliani untuk menyampaikan disinformasi Rusia yang bertujuan merusak kampanye kepresidenan Biden.
 
(FJR)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif