Kondisi pagar perbatasan antara Maroko dan Melilla, Spanyol pada Sabtu, 25 Juni 2022. (FADEL SENNA / AFP)
Kondisi pagar perbatasan antara Maroko dan Melilla, Spanyol pada Sabtu, 25 Juni 2022. (FADEL SENNA / AFP)

Korban Tewas Penyerbuan Imigran di Perbatasan Spanyol-Maroko Jadi 23 Orang

Willy Haryono • 26 Juni 2022 11:54
Melilla: Sejumlah grup hak asasi manusia (HAM) menyerukan investigasi terhadap penyerbuan sekelompok imigran gelap dari Maroko ke arah pagar perbatasan Melilla, sebuah wilayah milik Pemerintah Spanyol. Angka kematian dari peristiwa tersebut bertambah dari 18 menjadi 23 orang.
 
Otoritas Maroko dan Spanyol mengatakan bahwa para korban dinyatakan meninggal akibat "terinjak-injak" di tengah aksi 2 ribu imigran yang berusaha memanjat pagar perbatasan menuju Melilla pada Jumat kemarin. Ada juga beberapa yang meninggal akibat terjatuh saat berusaha memanjat pagar.
 
Baca:  18 Orang Tewas dalam Penyerbuan Imigran ke Perbatasan Melilla Spanyol

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sabtu kemarin, Asosiasi Hak Asasi Manusia Moroko (AMDH) membagikan beberapa video setelah terjadinya peristiwa. Terlihat dalam video puluhan orang tergeletak di sekitar pagar perbatasan Melilla, beberapa dari mereka terluka dan ada juga yang sepertinya sudah tidak bernyawa.
 
Dalam salah satu potongan video, dilansir dari aljazeera, Sabtu, 25 Juni 2022, seorang petugas keamanan Maroko terlihat menggunakan pentungan dalam menghantam satu individu yang tergeletak di tanah.
 
AMDH menyerukan investigasi "komprehensif, cepat dan serius" atas peristiwa pada Jumat kemarin. Grup tersebut mengatakan bahwa banyak korban luka "dibiarkan begitu saja tanpa bantuan selama berjam-jam, yang berkontribusi terhadap bertambahnya jumlah kematian."
 
Berbeda dari versi Kementerian Dalam Negeri Maroko, AMDH menyebutkan angka kematian dari tragedi tersebut adalah 29 orang.
 
Lima grup HAM di Maroko dan APDHA, sebuah kelompok berbasis di Andalusia, juga menyerukan dilakukannya investigasi. Mereka meminta otoritas Maroko dan Spanyol untuk tidak menguburkan jenazah sebelum adanya investigasi resmi.
 
Sejauh ini belum ada komentar dari otoritas Maroko. Namun seorang pejabat anonim di Maroko mengatakan bahwa petugas keamanan tidak menggunakan kekerasan yang tak diperlukan dalam peristiwa Jumat kemarin.
 
Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez mengecam percobaan melintasi perbatasan kemarin sebagai sebuah "penyerbuan bernuansa kekerasan" dan "serangan terhadap integritas wilayah" Spanyol.
 
"Jika harus ada pihak yang bertanggung jawab atas apa yang terjadi di perbatasan, maka mereka adalah para mafia yang menyelundupkan manusia," ungkap PM Sanchez.
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif