Presiden Serbia Aleksandar Vucic. (Elvis BARUKCIC / AFP)
Presiden Serbia Aleksandar Vucic. (Elvis BARUKCIC / AFP)

Serbia Tuduh Ukraina dan Satu Negara Uni Eropa atas Hoaks Bom Pesawat

Internasional ukraina uni eropa serbia Rusia-Ukraina Perang Rusia-Ukraina
Willy Haryono • 19 April 2022 13:14
Beograd: Presiden Serbia Aleksandar Vucic menuduh Ukraina dan satu negara Uni Eropa sebagai dalang di balik hoaks ancaman bom terhadap pesawat-pesawat maskapai Air Serbia.
 
Sejak Rusia menginvasi Ukraina pada 24 Februari, lebih dari 12 penerbangan Air Serbia terpaksa kembali ke Beograd atau Moskow karena ancaman bom. Bandara Beograd pun telah dievakuasi setidaknya tiga kali.
 
"(Intelijen) asing dari dua negara yang melakukan itu. Satu merupakan negara Uni Eropa, dan satunya lagi Ukraina," kata Vucic tanpa memberikan bukti, dilansir dari Yahoo News, Selasa, 19 April 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam sebuah pernyataan, juru bicara Kementerian Luar Negeri Ukraina, Oleg Nikolenko, menyangkal perkataan Vucic dengan menyebutnya sebagai tudingan "tak berdasar" dan "tidak benar."
 
Ia juga menyampaikan bahwa Ukraina kecewa atas sikap Serbia yang menolak menjatuhkan sanksi kepada Rusia sebagaimana telah dilakukan negara-negara Uni Eropa.
 
"Kami menyerukan Beograd untuk membela kebenaran dan bergabung sepenuhnya dalam dukungan bagi Ukraina, serta menegakkan nilai-nilai yang mendasari terbentuknya persatuan demokratis Eropa," ucap Nikolenko.
 
Serbia, yang merupakan kandidat anggota Uni Eropa, hampir sepenuhnya bergantung pada gas dan minyak Rusia. Negara tersebut menolak menjatuhkan sanksi terhadap Kremlin, dan mempertahankan penerbangan reguler ke Moskow sejak invasi hingga saat ini.
 
"Kami melanjutkan penerbangan berdasarkan prinsip, karena kami ingin menunjukkan bahwa kami adalah negara bebas dan kami bisa membuat keputusan sendiri," kata Vucic.
 
Dalam beberapa pekan terakhir, Serbia tercatat telah tiga kali memberikan suara untuk resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang menentang invasi Rusia ke Ukraina. Salah satu hasil dari pemungutan suara itu berujung pada penangguhan keanggotaan Rusia dari Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) PBB. (Kaylina Ivani)
 
Baca:  PBB Tangguhkan Keanggotaan Rusia di Dewan HAM, Indonesia Pilih Abstain
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif