Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres. Foto: AFP
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres. Foto: AFP

Sekjen PBB Minta Pertemuan Terpisah dengan Presiden Rusia dan Ukraina

Internasional ukraina pbb rusia Rusia-Ukraina Sekjen PBB Perang Rusia-Ukraina
Fajar Nugraha • 21 April 2022 15:22
New York: Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres secara terpisah meminta Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky untuk menerimanya melakukan pertemuan. Pertemuan ini diharapkan bisa membahas langkah-langkah untuk mewujudkan perdamaian setelah invasi Moskow ke tetangganya.
 
Juru bicara PBB Stephane Dujarric mengatakan, surat terpisah diserahkan kepada misi tetap Rusia dan Ukraina pada Selasa 19 April sore waktu New York, Amerika Serikat (AS). Surat itu meminta Putin untuk menerima Guterres di Moskow dan Zelensky untuk menerimanya di Kiev.
 
"Sekretaris Jenderal mengatakan, pada saat bahaya dan konsekuensi besar ini, dia ingin membahas langkah-langkah mendesak untuk mewujudkan perdamaian di Ukraina dan masa depan multilateralisme berdasarkan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa dan hukum internasional," kata Dujarric di sebuah pernyataan, seperti dikutip AFP, Kamis 21 April 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Guterres pada Selasa menyerukan jeda kemanusiaan Paskah Ortodoks selama empat hari dalam pertempuran di Ukraina. Jeda ini diharapkan memungkinkan perjalanan yang aman bagi warga sipil untuk meninggalkan daerah konflik dan pengiriman bantuan kemanusiaan ke daerah-daerah yang terkena dampak parah.
 
“Invasi Moskow ke Ukraina, serangan terbesar di negara Eropa sejak 1945, telah menewaskan atau melukai ribuan orang. Lebih dari 12 juta orang membutuhkan bantuan kemanusiaan di negara itu hari ini,” kata Guterres.
 
Sejak memulai apa yang disebutnya operasi khusus untuk mendemilitarisasi Ukraina, Rusia telah mengebom kota-kota menjadi puing-puing dan ratusan mayat sipil telah ditemukan di kota-kota setelah pasukannya mundur. Namun Negeri Beruang Merah menyangkal menargetkan warga sipil dan mengatakan, tanpa bukti, bahwa tanda-tanda kekejaman telah dipentaskan.
 
Negara-negara Barat dan Ukraina menuduh Putin melakukan agresi tanpa alasan.
 
Presiden Dewan Eropa Charles Michel bertemu dengan Presiden Ukraina Volodymr Zelensky selama kunjungan mendadak ke Kiev pada Rabu, menyusul kunjungan para pemimpin Barat lainnya, termasuk Perdana Menteri Inggris Boris Johnson dan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen.
 
Presiden AS Joe Biden mengatakan pada hari Selasa bahwa dia tidak tahu apakah dia akan melakukan perjalanan ke Kiev setelah pemimpin masa perang Ukraina memintanya untuk berkunjung.
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif