KJRI menginisiasi para diaspora untuk membentuk asosiasi pebisnis. Foto: Dok.KJRI Chicago
KJRI menginisiasi para diaspora untuk membentuk asosiasi pebisnis. Foto: Dok.KJRI Chicago

KJRI Chicago Inisiasi Pembukaan Peluang bagi Diaspora Pebisnis di AS

Internasional diaspora indonesia Diplomasi Ekonomi KJRI Chicago
Fajar Nugraha • 06 Desember 2021 09:11
Chicago: Pasar di Amerika Serikat (AS) masih terbuka lebar untuk para pebisnis Indonesia. Namun kesempatan ini harus dimanfaatkan dengan benar oleh pelaku bisnis.
 
“Terdapat banyak sekali peluang ekonomi dan perdagangan yang dapat dimanfaatkan untuk lebih meningkatkan ekspor produk Indonesia ke Midwest, Amerika Serikat (AS),” demikian ungkap Konsul Jenderal RI Chicago, Meri Binsar Simorangkir dalam paparannya di hadapan lebih dari 30 diaspora pebisnis Indonesia, baik yang hadir langsung maupun secara daring, pada acara temu Diaspora pada 3 Desember 2021.
 
Lebih lanjut disampaikan Konjen RI bahwa diperlukan sinergi yang lebih kuat antara KJRI dan diaspora pebisnis Indonesia dalam mentransformasi potensi ekonomi menjadi kesepakatan bisnis konkrit.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Saat ini kami melihat, informasi peluang ekonomi di kawasan Midwest tersebar tidak merata, sehingga banyak diaspora Indonesia tidak mendapat informasi yang berakibat kehilangan kesempatan untuk mengembangkan bisnisnya,” ujar Konjen Meri Binsar Simorangkir, dalam keterangan KJRI Chicago, yang diterima Medcom.id.
 
“Oleh karena itu KJRI menginisiasi para diaspora untuk membentuk asosiasi pebisnis dgn usulan nama Indonesian - American Business Council di Midwest. Diharapkan Council tersebut bisa dibentuk secara resmi awal tahun depan dengan melibatkan para pebisnis AS di Midwest yg memiliki hubungan dan perhatian dengan Indonesia” ucapnya.
 
Hal senada juga diungkapkan oleh Presiden Indonesian-American Chamber of Commerce South Central USA (IACC SCU), Bimo Hadiputro. Dalam pemaparan secara virtualnya Presiden IACC-SCU menyampaikan diaspora Indonesia di kawasan South Central AS telah merintis asosiasi bisnis sejak 2012.
 
“Meski terdapat banyak tantangan di awal pengembangan IACC SCU namun manfaat yang didapat dari asosiasi ini kemudian jelas dapat dirasakan oleh banyak pihak” ungkapnya lebih lanjut.
 
Dalam perkembangannya IACC SCU telah melakukan kerja sama dengan banyak pihak, baik dari Indonesia maupun AS, sehingga secara nyata turut membantu mengembangkan bisnis diaspora Indonesia di kawasan ini.
 
Selanjutnya Presiden Indonesian-American Business Council di California, Jane Wibowo dalam pemaparannya juga menyampaikan bahwa IABC California berdiri sejak 2011 dan telah membantu banyak pelaku bisnis Indonesia di kawasan Pantai Barat AS membangun serta mengembangkan bisnisnya. Dalam hal ini IABC membantu pebisnis melalui penyelenggaraan webinar, konsultasi maupun membantu pengembangan jejaring dengan pelaku bisnis di AS.
 
Pada sesi diskusi, salah satu diaspora pebisnis Indonesia, Bapak Rizki Ilham yang bekerja di bidang ekspor-impor mebel dan ritel turut berbagi pandangan akan pentingnya sinergi antar diaspora dan dengan perwakilan RI di luar negeri.
 
Melalui pertukaran informasi antara pelaku usaha mebel di Indonesia dan KJRI Chicago, saat ini perusahaan Bapak Rizki yaitu Starlight Forever Pte Ltd berhasil membukukan penjualan produk mebel yang cukup tinggi di tahun pertamanya.
 
Diperkirakan beberapa tahun ke depan angka penjualan dapat meningkat secara signifikan mengingat permintaan yang semakin tinggi. Lebih lanjut disampaikannya bahwa masih terdapat banyak potensi penjualan barang Indonesia ke toko-toko ritel besar di AS seperti Home Depot, Menard, Costco dan Target, yang menurutnya perlu digarap secara seksama.
 
Secara umum, para diaspora pebisnis yang hadir pada temu WNI kali ini menyambut dengan semangat pembentukan asosiasi bisnis di kawasan Midwest dimaksud. Menurut para diaspora, asosiasi ini akan dapat menjadi wadah dalam bertukar informasi, memperluas jejaring bisnis, disamping menjadi ajang silaturahmi dan memperkuat kerja sama sesama pebisnis Indonesia di Midwest.
 
Terlebih hal ini mengingat diaspora Indonesia di kawasan Barat, Selatan maupun Timur AS telah memiliki asosiasi bisnis, dan terbukti memberikan kontribusi positif terhadap pengembangan usahanya. Melalui pertemuan tersebut, para diaspora berharap Indonesian-American Business Council di Midwest, AS dapat terbentuk pada awal tahun 2022.
 
Kawasan Midwest, AS terletak di tengah-tengah dan terdiri dari Negara Bagian yaitu Illinois, Indiana, Iowa, Kansas, Kentucky, Michigan, Minnesota, Missouri, Nebraska, North Dakota, Ohio, South Dakota, dan Wisconsin. Negara-negara bagian ini memiliki penduduk sekitar 73 juta jiwa, atau 23 persen penduduk AS. Kawasan ini merupakan lumbung makanan AS, mengingat sebagian besar hasil pertanian seperti gandum, kacang kedelai dan jagung dihasilkan di sini.
 
Perdagangan Indonesia dan Midwest berkisar di nilai USD 4 miliar, atau baru sekitar 15 persen dari nilai perdagangan dengan AS secara keseluruhan. Produk andalan Indonesia ke kawasan ini antara lain mesin elektronik, alas kaki, tekstil dan karet. Sementara itu terdapat potensi peningkatan perdagangan terutama di sektor makanan laut, mebel atau produk kayu dan alat-alat rumah tangga.
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif