Teheran: Pasukan Iran mengklaim berhasil melumpuhkan pesawat nirawak (drone) MQ-9 buatan Amerika Serikat (AS) di wilayah udara sebelah timur Selat Hormuz. Klaim tersebut disampaikan Dinas Penerangan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) pada Selasa, 3 November.
Dalam pernyataannya, IRGC menyebut drone MQ-9 tersebut berhasil dicegat dan dihancurkan menggunakan sistem pertahanan udara modern milik Angkatan Udara IRGC. Sistem itu beroperasi melalui jaringan pertahanan udara terintegrasi.
Selain itu, IRGC juga mengklaim telah mengamankan sebuah drone pengintai dan pengecoh milik AS dalam kondisi utuh di sebelah barat Selat Hormuz. Drone tersebut disebut sebagai unit keempat yang berhasil dikuasai pasukan Iran setelah sistem pemandu dan kendalinya diambil alih.
IRGC menjelaskan, unit peperangan elektronik Angkatan Laut mendeteksi drone jenis MQM-170 saat menjalankan operasi ofensif. Drone tersebut kemudian berhasil diturunkan dengan aman tanpa mengalami kerusakan fisik pada Senin, 2 November.
Menurut IRGC, drone itu diduga menjalankan misi untuk mengidentifikasi sistem pertahanan udara Iran di sepanjang perairan Teluk Persia dan Pulau Qeshm.
MQM-170 Outlaw merupakan drone buatan perusahaan AS, Griffon Aerospace. Pesawat nirawak tersebut dirancang untuk menyimulasikan ancaman udara, menguji sistem pertahanan, serta melatih personel militer dalam menghadapi serangan udara.
Selain digunakan untuk mengambil citra posisi militer, drone tersebut dapat membantu mengevaluasi respons pertahanan udara, kemampuan sistem, dan tingkat deteksi terhadap ancaman.
IRGC menyebut keberhasilan mengambil alih kendali dan mendaratkan drone dalam kondisi utuh memberikan peluang bagi Iran untuk mempelajari perangkat serta metode operasional yang digunakan pihak lawan.
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan