Meski meraih suara terbanyak dari partai lain, Partai Keadilan dan Pengembangan (AKP) kehilangan hampir 10 persen dari rekor 50 persen pada pemilu 2011. Berdasarkan sistem proporsional Turki, hasil ini memaksa AKP membentuk koalisi untuk kali pertama sejak berkuasa di tahun 2002.
Sementara Partai Demokratik Rakyat pro Kurdi (HDP), secara mengejutkan melewati ambang batas 10 persen untuk dapat mengirim wakilnya di kursi parlemen.
Hasil resmi pemilu legislatif Turki, berdasarkan 99,9 persen suara yang telah dihitung, AKP meraih 41 persen, Partai Rakyat Republik (CHP) 25 persen, Partai Pergerakan Nasional (MHP) 16,5 persen dan HDP 13 persen.
Seperti dikutip AFP, tingkat keikutsertaan warga Turki dalam pemilu kali ini mencapai 86 persen.
Menurut proyeksi resmi panitia pemilu, AKP akan memperoleh 258 dari 550 kursi di parlemen, CHP 132, MHP 81 dan HDP 79.
Kegagalan meraih suara mayoritas menghambat mimpi Erdogan membentuk konstitusi baru, yang ingin mengubah Turki dari sistem parlementer menjadi presidensial. Perubahan ini membutuhkan dua per tiga suara di parlemen.
Beberapa oposisi khawatir Erdogan akan bertindak otoriter jika sistem presidensial diterapkan di Turki.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News