Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Foto: AFP
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Foto: AFP

Erdogan Ancam Kirim Jutaan Pengungsi Suriah ke Eropa

Internasional Recep Tayyip Erdogan Turki serang Kurdi
Arpan Rahman • 11 Oktober 2019 17:23
Ankara: Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengancam akan mengirim ‘jutaan’ pengungsi Suriah ke Eropa. Ancaman sebagai tanggapan atas kritik terhadap serangan militernya ke Suriah utara yang dikuasai Kurdi.
 
Berbicara kepada partainya, Erdogan mengatakan pasukan Turki telah membunuh 109 militan sejak operasi dimulai pada Rabu. Ia memperingatkan akan membuka pintu untuk memicu krisis pengungsi baru di Eropa jika Uni Eropa menyebutnya invasi.
 
"Hai Uni Eropa, camkan. Saya katakan lagi: jika Anda mencoba menjebak operasi kami di sana sebagai invasi, tugas kami sederhana: kami akan membuka pintu dan mengirim 3,6 juta imigran kepada Anda," katanya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia menambahkan bahwa tahanan Islamic State (ISIS) yang ditahan oleh pasukan Kurdi akan dipenjara atau dikembalikan ke negara asal yang bersedia mengambilnya.
 
Komentar itu muncul ketika kelompok hak asasi manusia Suriah mengatakan hingga 100.000 warga sipil telantar akibat pertempuran. Sejak Turki melancarkan serangan dengan penembakan dan serangan udara terhadap sejumlah titik dan kota-kota padat Kurdi pada Rabu sore.
 
Konvoi panjang apnajng mobil sipil masih menuju selatan ke kota Hasakah dan Tel Temir. Mereka berupaya melarikan diri dari pertempuran pada Kamis pagi. Bulan Sabit Merah Suriah mengatakan lima warga sipil tewas dan 25, termasuk enam anak-anak, terluka pada pukul 21:00 Rabu waktu setempat.
 
Turki, yang mengaku ingin menciptakan ‘zona aman’ di sisi perbatasan Suriah, mengatakan telah merebut semua tujuan yang disasar di hari pertama dan bahwa operasi terus berjalan sesuai rencana.
 
"Komando heroik kami yang ambil bagian dalam Operasi Peace Spring terus bergerak ke timur Sungai Efrat," tulis Kementerian Pertahanan Turki di Twitter. "Target yang dituju sudah dibasmi," katanya dalam sebuah pernyataan kemudian.
 
Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang dipimpin Kurdi mengatakan telah memukul mundur serangan Turki di kota Tel Abyad dan membantah klaim Turki membuat kemajuan di timur bahwa Sungai Eufrat itu palsu.
 
Seorang juru bicara Tentara Nasional, kelompok pemberontak Suriah yang didukung Turki, mengatakan pasukannya bergerak menuju kedua kota guna mendukung tentara Turki. Tetapi menepis laporan SDF tentang bentrokan besar di dekat Tel Abyad.
 
Saksi mata mengatakan ada penembakan di sekitar Ras al Ain, juga dikenal sebagai Sani Kani, kota perbatasan yang tampaknya menjadi tujuan utama Turki untuk kampanye tersebut.
 
SDF juga mengatakan sudah diserang oleh sel tidur ISIS yang mengambil keuntungan dari serangan Turki. Lima militan ISIS tewas dalam serangan yang gagal terhadap pasukan keamanan di desa Tweimiyeh, dekat perbatasan Turki, Kamis pagi, kata kelompok itu.
 
"Sel-sel tidur ISIS Kamis pagi ini mencoba mengambil alih desa-desa al Twimiyah untuk memukul keamanan dan menyebabkan kekacauan dengan menargetkan salah satu poin militer kami," kata SDF dalam sebuah pernyataan.
 
"Beberapa dari mereka terbunuh dan sisanya ditangkap," katanya, dirilis dari Daily Telegraph, Jumat 11 Oktober 2019.
 
Serangan yang dilaporkan itu terjadi ketika pihak berwenang Kurdi menuduh Turki "jelas berupaya" membantu tahanan ISIS melarikan diri dengan menembaki sebuah penjara yang menahan gerilyawan lebih dari 60 negara.
 
Penembakan pada Rabu malam menargetkan bagian dari penjara Chirkin di kota Qamishli, kata pihak berwenang yang dipimpin Kurdi dalam sebuah pernyataan. Tidak ada tahanan ISIS yang diketahui telah melarikan diri.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif