Helikopter jenis Cougar buatan Prancis. (Foto: AFP)
Helikopter jenis Cougar buatan Prancis. (Foto: AFP)

Dua Helikopter Bertabrakan, 13 Prajurit Prancis Tewas

Internasional kecelakaan helikopter prancis
Willy Haryono • 27 November 2019 09:39
Bamako: Tiga belas prajurit Prancis tewas dalam insiden tabrakan dua helikopter dalam sebuah operasi melawan kelompok ekstremis di Mali. Peristiwa ini merupakan kerugian terbesar yang dialami militer Prancis sejak era 1980-an.
 
"Ke-13 pahlawan itu hanya memiliki satu tujuan: melindungi kita semua," tulis Presiden Prancis Emmanuel Macron di akun Twitter.
 
"Saya turut berbelasungkawa untuk semua kerabat dan rekan tercinta ke-13 pahlawan," sambungnya, dikutip dari laman BBC, Selasa 26 November 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sebuah investigasi telah dimulai untuk mengetahui penyebab pasti mengapa dua helikopter tersebut bisa bertabrakan di udara.
 
Menteri Pertahanan Prancis Florence Parly bertekad akan kembali bangkit usai terjadinya insiden tersebut.
 
"Kami terus berjuang bersama mitra dan saudara kami di Mali, Niger dan Burkina Faso demi perdamaian dan stabilitas," kata Parly.
 
Insiden tabrakan dua helikopter terjadi pada Senin malam sekitar pukul 19.40 di area Mali yang berbatasan dengan Burkina Faso dan Niger. Insiden terjadi saat pasukan Prancis memberikan bantuan udara kepada prajurit darat yang sedang memburu sekelompok militan.
 
Kala itu, sebuah helikopter jenis Tiger menabrak helikopter Cougar yang sedang mengejar militan yang melarikan diri dengan menggunakan sepeda motor dan truk.
 
Tabrakan menewaskan semua orang di dalam kedua helikopter, termasuk enam komando dan satu perwira. Salah satu korban tewas adalah anak dari senator Jean-Marie Bockel, Pierre yang berpangkat letnan.
 
Ribuan tentara Prancis telah dikerahkan ke Mali sejak 2013, usai sejumlah grup militan menguasai wilayah utara negara tersebut.
 
Sejak datangnya pasukan Prancis, militer Mali mau menguasai kembali wilayah utara. Namun sektor keamanan tetap bermasalah, dan gelombang kekerasan di Mali meluas ke beberapa negara tetangga.
 
Saat ini Prancis memiliki 4.500 prajurit yang dikerahkan untuk membantu pasukan Mali, Mauritania, Niger, Burkina Faso dan Chad.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif