Kisah Jurnalis Kanada yang Disiksa dan Diperkosa di Somalia

Arpan Rahman 08 Agustus 2018 19:02 WIB
somalia
Kisah Jurnalis Kanada yang Disiksa dan Diperkosa di Somalia
Amanda Lindhout. (Foto: @InterviewAU/Twitter)
Canberra: Seorang wartawan yang diculik di Somalia dan disiksa serta diperkosa selama 15 bulan sempat bimbang untuk mengakhiri nyawanya sendiri. Ia ingin menyudahi cobaan mengerikan tersebut.

Namun Amanda Lindhout memutuskan tidak bunuh diri setelah melihat seekor burung melompat-lompat di bawah sinar matahari pagi. Dua bulan setelahnya, dia akhirnya bebas.

Wanita Kanada itu meyakini burung itu adalah "pembawa pesan" yang menyuruhnya "bertahan" dalam melewati 'neraka' di negara yang dilanda perang.


Lindhout dan kekasihnya saat itu, Nigel Brennan, berada dalam perjalanan menuju Somalia. Mereka diculik kelompok bersenjata yang menuntut tebusan USD2,5 juta untuk masing-masing dari mereka.

Jurnalis lepas, yang berusia 26 tahun saat itu, dan rekannya, seorang fotografer asal Australia, dipukuli dan kelaparan. Mereka berdua dirantai di dua kamar sempit dan gelap selama 15 bulan.

Lindhout berkali-kali diperkosa. Pelecehan serta penderitaan membuatnya berpikir untuk bunuh diri. Dia berkata kepada Channel 7 Australia: "Saya benar-benar hampir membuat keputusan ini."

"Saat matahari pagi datang... sedikit gerakan menarik perhatian saya... dan ada seekor burung melompat-lompat di dalam remang cahaya," cetusnya seperti disitir dari Mirror, Rabu 8 Agustus 2018.

Lindhout dan Brennan disandera pada Agustus 2008 ketika mereka dibawa ke kamp pengungsi internal dengan seorang penerjemah.

Setelah Lindhout dibebaskan lewat tebusan pada November 2009, dia mengatakan kepada Toronto Star bahwa penculiknya adalah militan yang berafiliasi dengan kelompok pemberontak Hizbul-Islam.

Pada Juni, pria yang mengatur penculikan dan tebusan itu dipenjara selama 15 tahun di Kanada.



(WIL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id