Demikian dilaporkan surat kabar Gulf News dan saluran televisi Al-Arabiya, Rabu 7 Juni 2017.
UEA, bersama beberapa negara Teluk lainnya, memutus hubungan diplomatik dengan Qatar pada Senin kemarin. Mereka menuduh Doha mendukung sejumlah grup teroris dan berusaha menggoyang stabilitas Timur Tengah.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump memuji keputusan negara-negara Arab yang memilih berpisah dengan Qatar. Namun setelah itu, Trump berbicara dengan Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud dari Arab Saudi via telepon dan menekankan pentingnya kesatuan negara Teluk.
"Aksi tegas dan ketat akan dijatuhkan kepada siapapun yang menunjukkan rasa simpati dalam bentuk apapun terhadap Qatar," ucap Jaksa Agung UEA Hamad Saif al-Shamsi di Gulf News.
"Ini juga berlaku bagi seseorang yang menolak posisi UEA saat ini, baik itu melalui media sosial, atau dalam bentuk tulisan, visual dan verbal," lanjutnya.
Selain ancaman penjara, pelanggar juga akan dikenai denda sedikitnya 500 ribu dirham.
Sejak kekisruhan diplomatik meletus, ungkapan dukungan dan perlawanan terhadap Qatar menjadi topik paling didiskusikan di Twitter dalam Bahasa Arab.
Sejumlah surat kabar dan saluran televisi di kawasan juga terlibat perang kata-kata mengenai seluk beluk Qatar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
Viral! 18 Kampus ternama memberikan beasiswa full sampai lulus untuk S1 dan S2 di Beasiswa OSC. Info lebih lengkap klik : osc.medcom.id