Pada Maret 2025, Uni Eropa meluncurkan Preparedness Union Strategy yang mendorong masyarakat memiliki kemampuan bertahan secara mandiri setidaknya selama 72 jam pertama ketika terjadi krisis. Imbauan ini mencakup berbagai kemungkinan, mulai dari bencana alam, konflik geopolitik, ancaman siber, hingga gangguan layanan penting.
Sementara itu, Swedia mengambil langkah persiapan yang lebih panjang. Melalui panduan kesiapsiagaan rumah tangga, pemerintahnya menganjurkan masyarakat memiliki persediaan yang cukup untuk menghadapi situasi darurat selama setidaknya satu minggu.
Mengacu pada panduan resmi otoritas Swedia dan Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat, berikut daftar perlengkapan darurat yang bisa disiapkan untuk kebutuhan tujuh hari.
1. Air Minum dan Persediaan Air Bersih
Cadangan air bersih yang perlu disiapkan minimal 21-35 liter per orang untuk mengantisipasi gangguan distribusi selama sepekan. Idealnya, kebutuhan dasar air minum berkisar antara 3-5 liter per orang per hari. Untuk menjaga higienitas, air wajib disimpan dalam wadah atau botol bersih yang tertutup rapat, disertai penampung ekstra jika memungkinkan.
2. Makanan Tahan Lama dan Siap Santap
Kunci utama penyediaan logistik yang efektif adalah memilih bahan pangan tahan lama di suhu ruang tanpa proses memasak yang rumit. Jenis makanan yang direkomendasikan antara lain produk kalengan, beras, biskuit, roti kering, kacang-kacangan, serta hidangan siap santap.
3. Obat-obatan dan Perlengkapan P3K
Keterbatasan akses layanan kesehatan berisiko menyulitkan penanganan medis darurat. Oleh karena itu pastikan obat pribadi dan perlengkapan P3K selalu siap. Persediaan minimal meliputi obat rutin/resep, penurun demam, pereda nyeri, antiseptik, masker medis, kasa steril, serta perban.
4. Perlengkapan Kebersihan dan Sanitasi
Kebersihan tetap perlu dijaga meskipun fasilitas umum atau pasokan air mengalami gangguan. Siapkan perlengkapan seperti sabun, hand sanitizer, tisu kering, tisu basah, sikat gigi pasta gigi, kebutuhan menstruasi, dan disinfektan.
5. Alat Penerangan dan Komunikasi
Pemadaman listrik dapat membuat aktivitas sehari-hari terganggu. Untuk mengantisipasinya, siapkan senter atau lampu darurat, baterai cadangan, power bank terisi penuh, kabel, charger, dan daftar nomor telepon penting dalam bentuk tertulis.
Radio bisa dipertimbangkan untuk memperoleh informasi ketika akses internet atau jaringan komunikasi terganggu.
6. Pakaian dan Perlengkapan Tidur
Jika harus mengungsi atau tinggal sementara di tempat lain, pakaian dan perlengkapan tidur menjadi kebutuhan penting. Beberapa barang yang bisa disiapkan antara lain pakaian ganti, pakaian dalam, pakaian hangat, jas hujan, selimut atau kantong tidur, handuk, dan sepatu yang nyaman dan kuat.
7. Dokumen Penting dan Uang Tunai
Gangguan listrik maupun jaringan perbankan bisa membuat transaksi digital dan akses dokumen elektronik tidak dapat dilakukan. Karena itu, siapkan KTP, KK, paspor jika diperlukan, salinan dokumen penting, dokumen asuransi dan informasi kesehatan, uang tunai dalam pecahan kecil, daftar kontak keluarga dan nomor darurat, serta kunci cadangan rumah atau kendaraan. Dan pastikan simpan dokumen dalam wadah tahan air agar tidak mudah rusak.
8. Peralatan memasak dan perlengkapan darurat
Jika pasokan listrik terganggu, peralatan memasak alternatif dapat membantu menyiapkan makanan. Beberapa perlengkapan yang bisa disediakan meliputi kompor portabel dan bahan bakar yang sesuai, korek api atau pemantik, peralatan makan dan memasak, pisau serbaguna, peluit untuk meminta pertolongan, lakban dan terpal.
Namun, jangan menggunakan kompor berbahan bakar gas atau alat pembakaran lainnya di dalam ruangan tertutup karena berisiko menyebabkan keracunan karbon monoksida dan kebakaran.
9. Kebutuhan Khusus Anggota Keluarga dan Hewan Peliharaan
Jangan hanya memperhitungkan kebutuhan orang dewasa. Persediaan darurat juga perlu disesuaikan dengan kondisi setiap anggota keluarga. Misalnya, susu formula dan makanan bayi, popok, makanan khusus lansia, kacamata cadangan, baterai alat bantu dengar, hingga makanan dan obat-obatan hewan peliharaan. (Wisa Irena Br Sitepu)